HADIRI RAKOR PID-Camat Teweh Tengah, H Mastur dan mewakili Camat lainnya serta Kepala Desa (Kades) saat menghadiri pembukaan Rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK) ke 2 Program Inovasi Desa tahun 2019, di aula kecamatan Teweh Tengah, Senin (16/12). (Media Dayak: Lana)
Muara Teweh, Media Dayak
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukan bahwa bayi usia dibawah lima tahun (balita) yang menderita stunting mencapai 30,8 persen. Sebanyak 7 juta balita di Indonesia saat ini yang merupakan generasi bangsa, terancam kurang memiliki daya saing pada kehidupannya ke depan.
Menurut Wakil Bupati barito Utara Sugianto Panala Putra, penurunan angka stunting di Indonesia selama 10 tahun terakhir belum menunjukkan adanya perubahan yang sangat berarti.
“Permasalahan stunting masih dipandang seputar realitas kondisi kesehatan akibat dari kekurangan gizi, sehingga penanganannya masih didominasi oleh lembaga dan penyedia layanan di bidang kesehatan saja,” kata Wabup saat membuka rakor Tim Inovasi Kabupaten (TIK) ke 2 Program Inovasi Desa tahun 2019.
Dijelaskannya, penurunan stunting penting dilakukan dengan pendekatan multi-sektor melalui singkronisasi program-program nasional, lokal dan masyarakat di tingkat pusat maupun daerah.
“Hal ini selaras dengan amanah UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa pada pasal 68 ayat 2 bahwa masyarakat berkewajiban untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di desa,” kata wabup.
Dikatakan Wabup, tingginya tingkat partisipasi masyarakat termasuk pemerintah desa merupakan ujung tombak keberhasilan upaya pencegahan stunting di desa yang secara langsung akan berdampak pada penanggulangan kemiskinan, dikarenakan rumah tangga miskin yang paling rentan terhadap permasalahan stunting,” pungkasnya. (lna)













