2 Warga Curhat Usai Ikuti Simulasi Pemungutan Suara

Kristiantoni(kanan)dan Simpei(tengah),saat memasukkan kertas suara ke kotak suara pada simulasi pemungutan suara dan perhitungan suara Pemilu 2019.(Foto/Novri JK Handuran)

Bacaan Lainnya

Kuala Kurun,Media Dayak

        Dua warga Kuala Kurun,Kabupaten Gunung Mas(Gumas)curhat kepada media ini usai mengikuti simulasi pemungutan suara dan perhitungan suara Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019,yang digelar KPU Gumas,Selasa(26/3) di halaman kantor KPU Gumas,jalan Letjen Soeprapto Kuala Kurun.

Simpei mengaku,dari kegiatan yang ia ikuti,ia menilai  petugas TPS harus pro aktif memberikan penjelasan secara detail setiap tahapan proses pencoblosan supaya warga pemilih dapat memahami.

“Kertas suara untuk DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten yang relatif lebar, memerlukan waktu dalam melipatnya kembali,sehingga diperlukan pemandu,terutama untuk lansia(lanjut usia)dan pemula,” tutur Simpei alias Bapa Ghea.

“Paku yang di gunakan juga relatif besar di bandingkan kolom nama – nama caleg(calon legislatif),dan perlu hati – hati dalam memasukkan surat suara kedalam kotak suara yang disediakan,” ujarnya.

Warga lainnya,Kristriantoni,menyebut kendala kala ia mencoblos dan melipat surat suara,yakni butuh waktu rata rata kurang lebih 3 menit baginya berada bilik suara.

“Perlu hati – hati saat mencoblos surat suara,di perlukan ketelitian bagi pemilih,kalau tidak hati – hati dikuatirkan surat suaranya rusak,” kata Toni.

Pun begitu,Simpei dan Toni mendukung kegiatan yang dilakukan KPU Gumas.Keduanya menilai kegiatan itu sangat baik demi lancarnya proses  pemungutan surat pada hari pemungutan suara nanti,sehingga pemilih tidak mengalami hambatan dalam proses pemungutan suara di Pemilu 17 April mendatang.(Nov/Lsn)

image_print

Pos terkait