Yayah Diasmono : Desain dan Percepatan Pembangunan Tower Telah Disetujui Dewan

Foto : Dirut Bank Kalteng Yayah Diasmono

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Direktur Utama (Dirut) Bank Kalimantan Tengah (Kalteng) Yayah Diasmono menegaskan bahwa saat ini wacana terkait pembangunan Tower Bank Kalteng setinggi 17 lantai akan kembali dilanjutkan.

“Tadi kita telah melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Provinsi Kalteng terkait wacana pembangunan Tower Bank Kalteng, dimana Komisi I menyetujui desain serta rencana percepatan pembangunan Tower ini,” Ucap Yayah Diasmono, saat dIwawancarai Mediadayak.id, di Gedung Dewan, jalan S.Parman

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa saat ini Bank Kalteng sedang meminta legislasi dari DPRD Kalteng, namun harus ada pelepasan dari badan keuangan dan aset daerah.

“Untuk prosesnya, kita saat ini sedang meminta legislasi dari DPRD Kalteng, namun harus ada pelepasan dari badan keuangan dan aset daerah, kemudian apabila hal tersebut sudah terpenuhi, baru kita bisa bergerak,”Ujarnya.

Selain itu, sambungnya, berdasarkan hasil rapat bersama Komisi I DPRD Kalteng, pihak DPRD  meminta agar minggu depan, surat draf legislasi dari badan keuangan dan aset daerah sudah diterima oleh DPRD.

“Tadi sudah diputuskan oleh dewan, bahwa surat draft legislasi dari badan keuangan dan aset daerah harus sudah diterima oleh DPRD, agar pembangunan Tower yang berjumlah 17 lantai ini bisa segera direalisasikan,” Terangnya.

Disisi lain, ketua Komisi I DPRD Kalteng yang membidangi hukum, anggaran dan pemerintahan, Y. Freddy Ering menuturkan, bahwa DPRD Kalteng khususnya komisi I sangat optimis dan mendukung wacana pembangunan Tower Bank Kalteng, melalui persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

“Komisi I DPRD Kalteng sangat optimis dan juga progres dari pembangunan Tower ini melalui Raperda nanti,”Ujar Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

Disinggung terkait anggaran pembangunan Tower Bank Kalteng, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini membeberkan, bahwa besaran anggaran tergantung dari jumlah lantai Tower yang dibangun.

“Apabila bisa 17 lantai, kemungkinan anggarannya berkisar Rp700 Milyar. Tetapi apabila turun dibawah navigasi penerbangan , kemungkinan Rp400 Milyar.

Karena saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan Balikpapan masalah perhubungan Bandara khususnya terkait ketinggian bangunan, karena konsep kita adalah 17 lantai bagi pihak perhubungan di Balikpapan, bangunan tersebut terlalu tinggi tetapi kita mendesak agar masalah ini bisa dikoordinasikan kembali karena memang belum ada tatap muka secara langsung,” Pungkasnya.(Nvd)

image_print

Pos terkait