Anggota DPRD Barito Utara Jiham Nur dan Patih Herman AB bersama warga masyaralat desa Haragandang Kecamatan Lahei, Kamis (7/5/2026) pada saat melaksanakan kunjungan kerja di desa setempat.(Media Dayak:Dok Pribadi)
Muara Teweh, Media Dayak
Warga Desa Haragandang, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, mengeluhkan tidak adanya tenaga kesehatan yang menetap dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di desa tersebut.
Keluhan itu disampaikan warga setempat, Arbaduni, saat kunjungan anggota DPRD Barito Utara ke Desa Haragandang bersama sejumlah anggota dewan lainnya, Kamis (5/2/2026).
Menurut Arbaduni, keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) di desa tersebut dinilai belum memberikan manfaat maksimal karena tidak ada tenaga medis maupun perawat yang menetap untuk melayani masyarakat. “Percuma membangun pustu dengan bangunan megah kalau tidak ada tenaga medisnya, baik perawat maupun bidan,” ujar Arbaduni.
Ia juga mengatakan kondisi tersebut sudah lama dikeluhkan warga karena tenaga kesehatan hanya terlihat saat kegiatan Posyandu berlangsung, kemudian kembali meninggalkan desa setelah kegiatan selesai.
“Perawat atau tenaga medis biasanya ada saat penimbangan balita di Posyandu. Setelah kegiatan selesai, tenaga medisnya hilang entah ke mana,” katanya.
Arbaduni juga mengungkapkan bahwa minimnya pelayanan kesehatan di desa tersebut telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Menurutnya, sudah dua kali terjadi kasus warga meninggal dunia saat akan melahirkan karena tidak adanya bidan atau tenaga medis di tempat.
“Keluhan kami di sini karena sudah dua kali warga meninggal dunia saat akan melahirkan karena bidan atau tenaga medis tidak ada di desa,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyebut pernah ada warga yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat tidak mendapatkan penanganan awal dari tenaga kesehatan di desa.
Padahal, lanjutnya, fasilitas penunjang di Desa Haragandang dinilai sudah cukup memadai, mulai dari jaringan internet, listrik yang telah tersedia selama 24 jam, hingga bangunan Pustu dan rumah dinas tenaga kesehatan yang baru dibangun pada tahun 2024 lalu.
Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Jiham Nur, menyatakan keprihatinannya atas kondisi pelayanan kesehatan di Desa Haragandang. Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
“Kami sangat prihatin mendengar keluhan warga. Keberadaan tenaga kesehatan sangat penting, terlebih untuk pelayanan dasar masyarakat di desa terpencil,” kata Jiham Nur. Ia menegaskan DPRD akan menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah dan dinas terkait agar segera mendapat perhatian serius.
Senada dengan itu, anggota DPRD Barito Utara lainnya, Patih Herman AB, meminta pemerintah daerah memastikan tenaga kesehatan benar-benar bertugas dan menetap di desa sesuai penempatan.
“Jangan sampai fasilitas sudah bagus tetapi pelayanan kesehatan tidak berjalan. Ini harus menjadi perhatian serius agar masyarakat mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar pelayanan kesehatan di Desa Haragandang dapat berjalan maksimal dan tidak lagi menimbulkan keresahan masyarakat.(Lna/Aw)













