Wakil Rakyat Sebut Permainan Lokal Perlu Dilestarikan

Anggota DPRD Provinsi Kalteng Ferry Khaidir. (Media Dayak/dok DPRD Kalteng)
 
Palangka Raya, Media Dayak
 
Kalangan Anggota DPRD Provinsi Kalteng menilai, teknologi yang terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam melestarikan kearifan lokal, termasuk didalamnya permainan lokal atau tradisional.
 
“Berbagai permainan tradisional atau lokal ini bisa mengajarkan anak-anak untuk lebih kreatif serta melatih sistem motoriknya. Untuk itu, dirinya mengajak generasi muda Kalteng untuk mempertahankan kearifan lokal Kalteng, dalam bentuk permainan,” ucap Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Ferry Khaidir, Kamis (2/9/2021).
 
Disaat sekarang, sambung Farry, kita sudah jarang menemukan anak – anak kita bermain permainan seperti Bagasing, Logo, dan juga permainan lokal kita. 
 
Oleh karenanya Politisi fraksi PDI Perjuangan Kalteng ini mengharapkan
kaum milenial di Kalteng dapat kembali melestarikan permainan-permainan lokal kita supaya tidak hilang di era mendatang.
 
“saat ini permainan tradisional sudah mulai jarang terlihat, sehingga bukan tidak mungkin permainan lokal atau tradisional itu akan hilang nantinya. Pasalnya, saat ini banyak anak-anak yang terpengaruh dengan permainan yang lebih modern, salah satunya adalah game online,” ujarnya.
 
Pada sisi lain, Ferry mengimbau agar para orang tua dapat mengawasi setiap kegiatan anak, dan tidak membiarkan anak berlarut-larut dalam memainkan game online tersebut.
 
“Sebab, tanpa kontrol yang baik, dikhawatirkan anak akan menjadi kecanduan game online, yang nantinya bisa berdampak buruk pada psikologis maupun akademis anak,” sarannya
 
Menurut Ferry, para orang tua juga harus tegas dalam mengingatkan kepada anak, agat tidak berlebihan dalam bermain, baik game online maupun permainan lokal, karena sesuatu yang berlebihan, tentu sangat tidak baik. “Maka tugas kita sebagai orang tua harus dapat melakukan kontrol yang baik,” tutupnya (Ytm/Lsn)
 
 
 
 
 
image_print

Pos terkait