Anggota DPRD Provinsi Kalteng Tommy Irawan Diran. Media Dayak/(Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Masih adanya kasus perundungan di lingkungan pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tommy Irawan Diran. Ia menilai meningkatnya kasus yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang menunjukkan pentingnya perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
Tommy mengatakan, fase anak-anak dan remaja merupakan masa pembentukan karakter, sehingga setiap tindakan kekerasan, termasuk bullying, dapat meninggalkan dampak panjang terhadap perkembangan mental mereka.
“Bullying bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi di banyak negara. Namun kita tak boleh menganggap ini hal biasa. Harus ada langkah nyata untuk mencegahnya,” katanya, Kamis (27/11/2025).
Ia menegaskan, sekolah dan keluarga merupakan dua pilar utama dalam mengawasi perilaku anak. Menurutnya, aturan tegas di sekolah perlu berjalan beriringan dengan peran orang tua dalam mendidik serta memantau perkembangan anak di rumah.
“Pihak sekolah harus menerapkan aturan yang jelas, sementara orang tua ikut aktif memantau. Keduanya harus sejalan. Banyak indikasi bullying muncul saat jam sekolah, sehingga pengawasan tidak boleh longgar,” tegasnya.
Tommy juga menyoroti sejumlah kasus perundungan yang menyebabkan korban mengalami tekanan mental berat. Ia menilai kondisi ini menjadi alarm bahwa pembentukan karakter anak harus diperkuat sejak dini agar tidak muncul generasi pelaku kekerasan.
“Beberapa waktu ini saya melihat anak-anak yang dikucilkan sampai mengalami tekanan berat. Bahkan ada mahasiswa yang bunuh diri. Tidak semua anak memiliki mental yang sama kuatnya,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, ia mendorong sekolah menyediakan program pelatihan mental, kegiatan ekstrakurikuler yang membangun karakter, serta ruang konseling yang efektif agar siswa memiliki tempat aman untuk berbicara.
“Perlu ada kegiatan ekstrakurikuler atau pelatihan khusus yang membentuk keberanian, empati, dan karakter positif. Ini penting untuk mencetak generasi emas yang beradab,” tutup politisi Partai Amanat Nasional Kalteng ini.(Ytm/Lsn)









