Kuala Kurun, Media Dayak
Kegiatan inovasi pengembangan pembelajaran dengan menggunakan metode Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) di kelas TPK Hebat Seri III dapat terus membantu peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) untuk melakukan pendampingan dan penanganan kasus Keluarga Berisiko Stunting secara khusus di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas).
- Hardiknas 2026, Wabup Gumas Kobarkan Spirit “Memanusiakan Manusia”, Tegaskan Pendidikan Bukan Sekedar Sekolah!
- Gereja di Garda Depan Pendidikan Gumas, Lawan Narkoba, Bentengi Generasi, dan Pastikan Anak Tak Putus Sekolah
- Perpanjang MoU,Bupati Jaya Gandeng UPR,Aliansi Strategis Cetak SDM Unggul untuk Masa Depan Gumas
Penjabat (Pj) Bupati Gumas Herson B.Aden menyampaikan hal itu
kala menghadiri secara virtual kegiatan Kelas TPK Hebat Seri III dengan tema “Sukses Menyusui dan KB Pascapersalinan, Yes !,” Selasa (6/08/2024).
Herson menyatakan tahun 2023 Kabupaten Gumas mengalami penurunan angka stunting sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2022 dari 17,9 persen menjadi 12,9 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Gumas berhasil melakukan penanganan stunting di bawah target nasional 14 persen.
“Dalam rangka mempertahankan kinerja pencapaian Kabupaten Gunung Mas tersebut yang merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting sebagai salah satu prioritas kegiatan yang termuat dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) melalui pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting, pendampingan semua calon pengantin/calon Pasangan Usia Subur (PUS) dan surveilans keluarga berisiko stunting,”jabar Herson.
Salah satu aspek strategis dalam RAN PASTI adalah pendampingan keluarga berisiko stunting oleh Kader Pendamping Keluarga, yang meliputi Bidan Desa, Kader KB dan Kader PKK.
“Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunung Mas dan PKB/PLKB Kabupaten Gunung Mas bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah telah melaksanakan orientasi pelatihan bagi anggota TPK Kabupaten Gumas dengan sasaran 381 Kader TPK dari 127 desa/kelurahan pada tanggal 1-6 April 2024,”terang Herson.
Ia mengungkapkan, peningkatan pengetahuan serta keterampilan TPK Gumas telah membawa kader TPK Gumas kedua kalinya menjadi penyaji Kasus PBL pada kelas TPK seri III Tahun 2024 yang diwakili oleh TPK Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gumas, yang sebelumnya pada kelas TPK seri I pada tanggal 26 Maret 2024 oleh Kader TPK Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gumas.
Kegiatan dihadiri secara virtual oleh Kepala BKKBN, Pj Bupati Banjarnegara, Sekda Kabupaten Gorontalo, Kadis P2KBP3A Gumas, Kabid KBKS, TPK terkait dan tamu undangan lainnya. (Nov/Lsn)












