Foto : Duwel Rawing
Palangka Raya, Media Dayak
Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berharap agar profesi Pendeta, khususnya yang berada di wilayah pelosok mendapatkan perhatian dari Pemerintah. Pasalnya dampak daripada Corona Virues Disease (Covid-19) saat ini sangat dirasakan oleh masyarakat.
Menurut ketua Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi kesejahteraan Rakyat (Kesra), meliputi Pendidikan, Kesehatan dan Kepariwisataan Duwel Rawing, Covid-19 sangat mempengaruhi berbagai sektor, salah satunya yaitu perekonomian masyarakat. Sehingga profesi Pendeta juga sangat merasakan dampak tersebut.
“Seperti yang kita tahu, penghasilan Pendeta bergantung dari sumbangan jemaat (Kolekte..red) pada saat pelaksanaan ibadah di Gereja. Dengan adanya pandemi seperti sekarang serta adanya larangan berkumpuk, tentu ibadah di Gereja ditiadakan sehingga tidak ada pemasukan sama sekali bagi Pendeta dan Gembala (pengurus Gereja..red),” Ucap Duwel Rawing, saat dibincangi Mediadayak.id, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Selasa (9/6).
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan kota Palangka Raya ini juga mengungkapkan, untuk wilayah perkotaan pendapatan Pendeta selama masa Pandemi masih terbilang tercukupi karena bantuan dari jemaat yang mampu. Namun lain halnya dengan Pendeta yang bertugas diwilayah Pedesaan, dengan pendapatan masyarakat yang terbilang minim.
“Diwilayah perkotaan, pendapatan Pendeta mungkin masih tercover dengan adanya bantuan dari jemaat yang mampu, tetapi bagaimana dengan Pendeta yang bertugas di Pedesaan dengan penghasilan masyarakat yang terbilang minim. Oleh karena itu, disinilah pentingnya peran Penerintah untuk membantu masyarakat khususnya Pendeta diwilayah pelosok,” Pungkas Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini .(Nvd)













