Tak Ada Asosiasi Pedagang Ayam Ras, Harga Sering Dipermainkan Pengecer

ilustrasi

Bacaan Lainnya

Palangka Raya, Media Dayak

   Ayam ras merupakan bagian kebutuhan pokok.yang sering penyebab inflasi.di Kalteng. Sejauh ini tidak ada asosiasi pedagangnya, sehingga menyulitkan pengendalian harganya.

Kepada pers baru-baru ini, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng, Staff Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko didampingi Faturrahman dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hultikultura menjelaskan pedang pengecer sering mengambil untung sesaat, dan pintar melihat peluang harga ayam potong.

Untuk menindak mereka agar tidak seenaknya mengambil untung, tidak ada aturan khususnya. Pengecer bebas menentukan harga. Saat ketersediaan menipis, ia naikkan harganya, saat melimpah baru diturunkan.

“Mereka penjual ayam ras juga tidak berijin, siapa saja boleh menjualnya dengan mengambil dari pemotong. Karena itu mereka belum bisa dikendalikan, sehingga sesukanya menentukan harga ayam, meski tingkat petani murah, mereka jual mahal,” urainya.

Hal berbeda terjadi dengan daging sapi yang sudah ada asosiasi pedagangnya sehingga harga di pasaran tetap stabil, karena pedagang tidak bisa menjual dengan harga seenaknya dan harus melalui persetujuan bersama.

“Kalau ada yang berani menaikkan harga atau menurunkan harga dari patokan bersama pada kisaran Rp110.000 per kg, pengecer itu akan dikenakan sanksi oleh asosiasi dan bila melanggar lagi ijinnya bisa dicabut dan akan dilarang menjual atau mengecer lagj,” tandas Faturrahman.

Diungkapkan dia, trik bila ingin mencari harga ayam murah, datanglah pada sore hari, menjelang pedagang pulang, perbedaannya bisa Rp5.000 per kg, tapi bila jam biasanya siang hari jelas dijual agak mahal.

Lebih lanjut Faturrahman mengungkapkan, dampak mahalnya harga ayam awal Januari 2019 lalu, menyebabkan inflasi harga sate, soto dan sop di rumah makan khas Banjar. Hal itu sangat jarang terjadi.

“Karena itu ke depan TIPD akan mengkaji hal itu, apakah bisa diterapkan pada pedagang pengecer ayam ras, agar petani terlindungi, masyarakat sebagai konsumen juga bisa menikmati harga ayam sesuai harga pasar normal,” paparnya.(YM)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *