DIPIMPIN – Rapat perpanjangan waktu input capaian output DAK fisik yang dipimpin langsung Sekda Lamandau, M Irwansyah, akhir pekan tadi. (Ist/Media Dayak)
Nanga Bulik, Media Dayak
Selama ini, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik selalu mengalami keterlambatan salur. Sebab itu, dalam rangka percepatan transfer DAK fisik diperlukan strategi jitu. Jum’at (26/03) lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau melaksanakan rapat Pembahasan Perpanjangan Waktu Input Capaian Output DAK Fisik. Rapat yang berlangsung di aula Setda setempat itu dipimpin oleh Sekda Lamandau, M. Irwansyah dan dihadiri oleh Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan dan OPD terkait.
Dalam kesempatannya, Sekda menegaskan bahwa secara aturan seluruh Indonesia semua sama dan tidak ada pengecualian termasuk Kabupaten Lamandau.
“Strategi percepatan dalam rangka percepatan proses transfer dana-dana tersebut perlu kita bahas, sehingga kedepannya tidak terjadi lagi keterlambatan,”ungkapnya.
Walaupun ada perpanjangan waktu, lanjut dia, mestinya kita tidak akan membuka penginputan kembali karena akan mempengaruhi yang lainnya.
“Artinya, perlu komitmen dari seluruh OPD pengampu dana DAK untuk tidak membuka kembali akses penginputan. Selama ini pekerjaan DAK Fisik direview setelah tutup tahun. Ketika dokumen itu selesai, seharusnya segera direview sesaat setelah dilaksanakan,”tandasnya.
Terkhusus, kata dia lagi, untuk Dinas Pendidikan banyak regulasi yang perlu diubah, karena memiliki cakupan yang cukup luas dan menyebar.
“Oleh karena itu, tahun ini diharapkan bisa didelegasikan karena jika pengelolaan dana BOS dilakukan Dinas saja, dirasa tidak mampu ter-cover semua,”ucapnya.
Sekda menilai, langkah-langkah percepatan perlu diambil dalam rangka percepatan penginputan capaian DAK fisik agar tidak mengalami keterlambatan seperti tahun sebelumnya.
“Belajar dari tahun sebelumnya, kita perlu peran aktif dari seluruh OPD agar review dan penginputan dapat dilakukan dengan baik,”bebernya.
Senada dengan Sekda, Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan menambahkan bahwa untuk tahun 2021 ini perlu mempercepat program-program.
“Kemudian untuk program pengelolaan DAK ini ketika ada kendala perlu kita komunikasikan, agar dapat terlaksana dengan baik,”pungkasnya. (Tin/Rsn)











