Sekda Kalteng Fahrizal Fitri foto bersama usai membagikan undian berhadiah kepada ASN yang beruntung saat senam bersama di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (29/11). (Media Dayak/Yanting)
Palangka Raya, Media Dayak
Hari Ulang Tahun ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) jatuh pada 29 November 2019. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) memperingatinya dengan menggelar beberapa kegiatan.
“Iya, jadi hari ini (kemarin, red) adalah HUT ke-48 Korpri, dimeriahkan dengan beberapa kegiatan, salah satunya adalah senam sehat bersama Korpri di lingkup Pemprov Kalteng dan akan dilakukan juga donor darah,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri kepada media di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (29/11).
Pada HUT ke-48 Korpri , Fahrizal Fitri berharap Korpri di Kalteng lebih hidup lagi sebagai wadah pengayom bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Kalteng. “Sebagai Ketua Korpri Kalteng, saya berkeinginan agar Korpri ini menjadi wadah yang memayungi ASN yang ada di Kalteng ini,” terangnya.
Dia menjelaskan, bahwa selama ini ada beberapa persamasalahan yang dihadapi oleh anggota Korpri. Dengan demikian Korpri harus melakukan pembinaan-pembinaan, baik di bidang kerohanian, kesehatan, termasuk di bidang hukum.
“Ke depan kami akan menggerakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bagi anggota Korpri yang sedang menghadapi persoalan hukum,” jelasnya.
Hal tersebut diungkapkan Fahrizal agar Korpri benar-benar wujudkan perannya sebagai pengayom pegawainya yang dinaunginya.
Sebelumnya, Fahrizal meminta Korpri mampu menjadi organisasi yang mandiri, mengedepankan profesionalisme, bebas dari berbagai pengaruh dan kepentingan pribadi baik kelompok dan golongan.
Bahkan dengan ditetapkannya Provinsi Kalteng sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri XVI tahun 2021, diharapkan berbagai peristiwa dan perubahan sosial politik yang ada patut menjadi bahan renungan, pelajaran dan inspirasi untuk jalannya organisasi.
“Korpri dengan semangat dan paradigma baru, harus mampu menjadi organisasi yang mandiri, mengedepankan profesionalisme, bebas dari berbagai pengaruh dan kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan, bebas dari tarik menarik diantara kekuatan partai politik yang ada,” pungkasnya. (YM)













