MENGECEK – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran, saat mengecek sarana prasarana dan alat utama penanganan karhutla Tahun 2021 di halaman kantor Gubernur Kalteng, Kamis (03/03/2021). (MMC Kalteng/Rsn)
Palangka Raya, Media Dayak
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran, mengatakan, Provinsi Kalteng siap mengerahkan personil sebanyak 8.312 orang, yang terdiri dari TNI, POLRI, BPBD, Dinas Kehutanan, Brigdalkar KPH, Manggala Agni, MPA/TSAK/BPK dan TAGANA didukung juga dari Operasi Udara membantu penanganan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (karhulta) di Provinsi Kalteng Tahun 2021 ini.
Demikian disampaikan, Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dalam amanatnya, saat bertindak sebagai Pembina apel Gelar Pasukan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalteng Tahun 2021 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (03/03/2021).
Bertindak sebagai komandan Apel, adalah AKBP Arwin, sementara peserta upacara terdiri dari Polda Kalteng, Korem 102/PJG, Satpol PP Provinsi Kalteng, Dinas Sosial Provinsi Kalteng, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng, Brigdalkar KPH, Manggala Agni, MPA/TSAK/BPK dan TAGANA.
Gubernur memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Anggota Satuan Tugas Penanganan darurat bencana karhulta, karena telah bersinergi bersama seluruh Satgas kabupaten/kota, stakeholder terkait dan Pemerintah Pusat, secara khusus Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam melaksanakan penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Kalteng.
“Telah diketahui bersama, potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dihadapi dari tahun ke tahun memiliki eskalasi dan karakter yang berbeda-beda disebabkan kondisi lahan, cuaca dan iklim, ditambah dengan peningkatan aktivitas oknum yang tidak bertanggung jawab yang masih melakukan pembakaran,”papar Gubernur.
Gubernur meyakini, sinergisitas dari seluruh stakeholder yang meliputi Pemerintah, TNI-POLRI, lembaga usaha, masyarakat, akademisi dan media dapat mewujudkan komitmen bersama yaitu Kalteng Bebas Kabut Asap di Tahun 2021.
Lebih lanjut, ditegaskan Gubernur, manajemen tanggap darurat serta kemampuan dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara cepat dan tanggap harus selalu ditingkatkan. Tidak kalah penting juga lakukan edukasi kepada masyarakat secara persuasif dan terukur.
“Mulailah dari skop terkecil yakni lingkup keluarga agar informasi dan sosialisasi tentang kebencanaan dapat diterima dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat,” jelas.
Selain bencana alam, baik kebakaran hutan dan lahan serta bencana banjir, saat ini kita juga menghadapi bencana nonalam berupa pandemi COVID -19. Hal ini membuat penanggulangan antara keduanya harus tetap berjalan dengan seimbang, yang mengharuskan kita bekerja cepat, inovatif, dan juga berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait,”pungkasnya. (MMC/YM)













