Sebabkan Ruslan Dibunuh3 Bulan Upah Tak Dibayar Dimarahi Dibentak

Kuala Kurun, Media Dayak

      Motif pembunuhan terhadap H Ruslan Effendi yang dilakukan AK dan AR, Kamis (1/8) lalu akhirnya terungkap. Kapolres Gunung Mas(Gumas),AKBP Yudi Yuliadin, menyatakan motif pembunuhan terkait hubungan kerja antara korban sebagai pimpinan dan pelaku sebagai anak buahnya.

Bacaan Lainnya

“Ada(upah)pekerjaan selama 3 bulan yang belum dibayarkan, sekitar Rp 13 jutaan. Anak buahnya itu nagih. Ternyata malah dimarahi, terus dibentak, sehingga anak buahnya itu (pelaku)tersinggung dan mereka melakukan pembunuhan itu,” tutur Yudi kepada pewarta usai mengikuti Upacara Peringatan Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di halaman kantor Bupati Gumas, Sabtu (17/8).

Yudi lanjutkan, usai menghabisi nyawa korban dengan gagang cangkul, kedua pelaku membawa lari mobil yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut pasir dan itu(mobil)menurut pemikiran pelaku, dianggap sebagai pengganti utang yang dilakukan korban kepada mereka.

“Apakah ada dendan atau direncanakan, masih terus kita dalami, karena yang digunakan hanya alat-alat yang ada di situ saja, seperti cangkul. Secara spontan mereka melakukannya. Memang ada kita tanyakan, apa ada berencana dan mereka katakan mereka hanya merencanakan untuk menanyakan uang (upah) mereka, kalau tidak dibayar, mereka mau tidak mau melawan. Tapi kejadian itu spontan mereka lakukan,” ulas Yudi didampingi Wakapolres Kompol Theodorus Priyo Santosa, Kabag OPS AKP Aries Nugroho, Kabag SDM Kompol Surya Fahmi dan Kasat Lantas Iptu Rahmat Endro S.

Hasil otopsi yang dilakukan terhadap korban, menurut Yudi, korban meninggal dengan luka di kepala bagian belakang dan rahang.

“Status kedua pelaku saat ini tersangka. Kita terus lakukan pendalaman. Kemungkinan kedua pelaku dihukum seumur hidup, bisa saja, sesuai tuntutan, tapi tetap pengadilan yang memutuskan,” imbuh Yudi.

Diberitakan sebelumnya,Kapolsek Kahut,Iptu Untung Basuki menuturkan kronologis penemuan janazah Ruslan Effendi bermula dari laporan isteri korban,Kristin Iban(26)Kamis(1/8)malam ke pihaknya(Polsek Kahut)bahwa ia kehilangan suaminya.

Pengaduan langsung di tindaklanjuti dengan mendatangi TKP yang diduga tempat galian pengambilan pasir. Di TKP pihaknya menemukan bercak darah. Setelah dilakukan analisa pihaknya menemukan ada dugaan tindak pidana.

“Dibantu warga dan karyawan PT KAP,kita lakukan pencarian hingga pagi hari namun hasilnya nihil. Pencarian dilanjutkan Sabtu(3/8),dengan melakukan penyisiran di pinggiran sungai Banoi, wilayah desa Tumbang Pasangon,kecamatan Kahut (Kahayan Hulu Utara),tempat pengambilan pasir areal perkebunan sawit divisi V PT KAP II. Kami temukan barang bukti berupa balok, potongan gagang cangkul yang ada darahnya dan bercak darah di pasir. Pencarian terus  kita lakukan hingga 50 meter dan akhirnya kita temukan ada gundukan pasir yang tidak wajar. Gundukan pasir itu kita gali dan kita temukan korban tanpa busana. Korban selanjutnya kita evakuasi ke RSUD Kurun,” beber Untung.

Barang bukti yang diamankan, kata Untung, 1 lembar karpet tambang yang terdapat bercak darah, 1 pasang sandal jepit warna biru dan 1 buah balok kayu ulin yang terdapat bercak darah.

“Korban seorang kontraktor,pemilik CV Rahman Jaya,Ketua Asosiasi Kabupaten(Askab)PSSI Gunung Mas dan pernah menjadi caleg Partai Golkar dapil satu Kabupaten Gunung Mas,” ujar Untung. (Nov)

image_print

Pos terkait