H Sugianto Sabran
Palangka Raya, Media Dayak
Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran menegaskan proses rehab yang dilakukan di Bundaran Besar Palangka Raya saat ini, tidak terkait dengan hasil lomba desain Bundaran Besar yang diumumkan tahun lalu.
“Iya saat ini bundaran besar masih dalam proses rehab biasa, bukan tahap pengerjaan hasil lomba desain tahun lalu,” ujarnya akhir pekan lalu kepada media di Istana Isen Mulang.
Menurut nya, merubah ikon kota Palangka Raya tersebut, tidak bisa dilakukan sembarangan karena perlu memperhatikan salah satunya unsur sejarah di daerah ini.
Lebih lanjut Gubernur Sugianto menyebut, bahwa untuk merubah secara permanen ikon kota tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit itulah sebabnya pihaknya mengatakan pembangunan salah satu ikon ibu kota provinsi tersebut tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.
“Namun kedepan saya menginginkan Bundaran Besar dapat dibangun sesuai desain yang tepat,dapat menjadi ikon dan branding Kalteng yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu,Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalteng,Shalahuddin saat dikonfirmasi mengatakan bahwa perbaikan yang saat ini dikerjakan pihak Pemprov terhadap ikon kota Palangka Raya tersebut adalah perbaikan paving-paving yang ada.
“Kita perbaiki model taman,air mancur dan lighting, hanya perbaikan itu dulu bukan permanen,kita memang sudah ada desainnya tapi itu membutuhkan dana yang besar, karena hampir menelan dana 70 Milyar, namun yang sementara ini rehab sedang dulu, supaya nanti orang masuk kota tidak seperti mati dan gelap sekali,” pungkasnya.(YM)











