RAPAT KEHUMASAN-Dinas Kominfosandi Barito Utara dan Bagian Protokol Setda bersama perwakilan PT Medco Energy Muhammad Idrus saat mengikuti mengikuti rapat forum koordinasi kehumasan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) yang di laksanakan oleh SKK Migas, Rabu (29/7) di aula Setda lantai I.(Media Dayak/diskominfoasndi barut)
Muara Teweh, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) mengikuti rapat forum koordinasi kehumasan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) yang di laksanakan oleh SKK Migas, Rabu (29/7/2020) di aula Setda lantai I.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) M Iman Topik, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Roosmadianor, Kasubag Protokol Wahyu Eko P, Kasubbag Komunikasi Pimpinan Jati Prayogo, Kasubbag Dokumentasi Pimpinan Maman firmansyah, Kabid Infokom Parinton Sibarani, Mujiburrahman Kasubag Dokumentasi dan Informasi, Lead Local Government Community Relations & Security PT Medco Energy Muhammad Idrus.
Dalam rapat forum koordinasi kehumasan mengusung tema Mengelola Kesehatan Mental Di Tengah Pandemi disesi pertama dengan narasumber Visnu C Bhawono membawakan topik mengelola kesehatan mental di tengah pendemi.
Visnu C Bhawono menyampaikan untuk menjaga kesehatan mental saat harus di rumah, tetap jaga kebersihan, tetap terhubung dengan tim saat jam kerja, saling mengingatkan pada teman dan anggota keluarga dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.
“Disaat yang seperti ini cobalah untuk mengelola diri dalam mengikuti berita tentang pandemi di media. Mulai batasi asupan berita jika itu mulai mengganggu mental yang meningkatkan kekhawatiran dan kecemasan,” kata Visnu.
Pada sesi kedua paparan disampikan oleh narasumber Analisa Widyaningrum dengan topik mengelola kesehatan mental di tengah pandemi Covid-19. Analisa Widyaningrum mengatakan dalam pengelolaan stress yang bersumber dari kesehatan, finansial, sekolah anak, pekerjaan, long distance relationship.
Adapun kata dia cara mengelola stress adalah dengan cara hindari spekulasi dari terlalu banyak sumber mengenai wabah, cobalah untuk tidak membuat asumsi mengikuti berita tentang pandemi di media.(lna/Lsn)











