MENERIMA – Salah seorang pedagang menerima kunci kios pasar induk dari perwakilan Dinas perdagangan setelah sebelumnya mengambil undian nomor kios, Kamis (01/04/2021). (Ist/Media Dayak)
Nanga Bulik, Media Dayak
Dalam rangka memberikan kenyamanan kepada pedagang dan juga pembeli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau akan segera merelokasi para pedagang pasar tradisional dan Saik ke pasar induk Nanga Bulik.
Sebagai persiapan relokasi, Kamis (01/04) lalu, puluhan pedagang mulai mengambil undian nomir kios pasar induk untuk nantinya menjadi tempat atau lapaknya berjualan. Pengambilan undian nomor kios itu juga dirangkai dengan penandatanganan kontrak sekaligus penyerahan kunci kios yang disaksikan oleh Sekda Lamandau, M Irwansyah.
“Hari ini Pemerintah Daerah melalui Dinas perdagangan (DKUKMPP) melakukan salah satu tahapan sebelum relokasi pedagang ke pasar induk, yakni pengundian nomor kios yang akan menampung para pedagang dari pasar Nanga Bulik (pasar lama),”ungkap Sekda.
Dia menjelaskan, sebelum pasar induk difungsikan, proses panjang telah dilalui agar pelaksanaannya di lapangan tidak menimbulkan permasalahan, mulai dari pembentukan tim sesuai arahan Bupati, sosialisasi dan pendataan para pedagang, hingga penetapan calon pedagang tetap yang mana dilakukan dengan mengikuti pola pelelangan umum.
“Disitu ada masa sanggah dan sebagainya, untuk mengakomodir para pedagang yang belum tertampung,”bebernya.
Dia menambahkan, rencananya pelaksanaan pengundian nomor kios di pasar induk itu akan dilaksanakan selama dua minggu yakni tanggal 1 sampai 15 April 2021.
“Karena situasi saat ini masih pandemi, maka pelaksanaan kegiatan ini kita batasi antara 15 sampai 30 pedagang yang hadir untuk mengambil nomor kios di setiap harinya,”bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala DKUKMPP Lamandau, Penyang Lanen melalui Kabid Perdagangan, Ratna Pratmawati, menyampaikan, total pedagang yang nantinya akan mengambil nomor kios berjumlah 180 orang.
“Para pedagang tersebut telah didata sebelumnya dan juga telah mengikuti tahapan pelaksanaan relokasi ke pasar induk Nanga Bulik,”sebutnya. (Tin/Rsn)











