PT TAM Dukung Pelatihan Keterampilan Naker Lokal

Kepala Teknik Tambang PT TAM I Putu Yudiantara. (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Perusahaan besar swasta (PBS) bidang usaha batu bara yang berlokasi di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas PT Tadjahan Antang Mineral (TAM) mendukung rencana Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi (Nakertrans) Koperasi dan UMKM Gumas untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja (naker) lokal dalam mengoperasikan alat berat maupun jenis ketrampilan lainnya yang dibutuhkan perusahaan.

“Kami (PT TAM) menyambut baik rencana itu. Kami siap membantu mempersiapkan sumberdaya pengajar jika dibutuhkan sesuai dengan kemampuan yang kami miliki untuk memberikan teori dan praktek dalam mengoperasikan alat berat dan ketrampilan lainnya yang dibutuhkan,” kata Kepala Teknik Tambang PT TAM I Putu Yudiantara melalui aplikasi pesan, Sabtu (7/1).

Melalui pelatihan nantinya keterampilan naker lokal bisa meningkat, karena perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki keterampilan. Dengan keterampilan produktivitas akan meningkat.

“Kami mendukung peningkatan sumber daya manusia warga lokal Gunung Mas yang mau menjadi karyawan perusahaan, hal itu sebuah keniscayaan,” ujar Putu.

CSR Suptendent PT TAM Anthony. (Media Dayak/Ist)

CSR Suptendent PT TAM Anthony mendukung peningkatan keterampilan naker lokal melalui pelatihan mengoperasikan alat berat dan keterampilan lainnya yang dibutuhkan perusahaan oleh Disnakertrans Koperasi dan UMKM Gumas.

“Secara kuantitas tenaga kerja warga lokal lebih banyak daripada warga non lokal. Disinilah peran pemerintah daerah bersama swasta diperlukan dalam mempersiapkan kualitas sumber daya manusia tenaga kerja lokal yang unggul.Tenaga kerja lokal harus berkontribusi dalam kegiatan perusahaan,” jabarnya.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Dinas Nakertrans Koperasi dan UMKM Gumas melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Redianto menyampaikan serapan tenaga kerja lokal di perusahaan besar swasta (PBS) di Gumas masih rendah. Rata-rata jumlah tenaga lokal di PBS di Gumas dibawah 10 persen.

“Regulasi mengamanatkan setiap perusahaan besar swasta yang sudah beroperasi minimal 15 tahun, tenaga kerja lokal yang terserap harus mencapai 15 persen. Setelah kami lakukan pendataan, ternyata dibawah 10 persen,” kata Redi, Rabu (4/1).

Menurutnya, penyebab rendahnya serapan tenaga kerja lokal diantaranya skill (ketrampilan) yang masih rendah, seperti ketrampilan mengoperasikan alat berat dan ketrampilan lainnya yang dibutuhkan perusahaan.

“Ketrampilan tenaga kerja lokal dalam menggunakan alat berat masih sangat minim, ini yang menjadi perhatian kami ( Disnakertrans Koperasi dan UMKM), sehingga tahun ini kami akan mengupayakan melakukan pelatihan operator alat berat,” tutur Redi.

Ia berujar, pelatihan direncakan dilakukan di triwulan tiga, dengan peserta kurang lebih 20 orang dari beberapa kecamatan di Gunung Mas.

Pelatihan bertujuan memberikan keterampilan dalam mengoperasikan alat berat sehingga nantinya persentase tenaga kerja lokal di PBS bisa meningkat.

“Peserta pelatihan selanjutnya kita arahkan untuk bisa bekerja di PBS, karena PBS wajib mempekerjakan tenaga kerja lokal. Jangan sampai warga lokal utamanya generasi muda hanya menjadi penonton. Warga lokal khususnya generasi harus bisa meningkatkan ketrampilan sehingga bisa diterima menjadi karyawan PBS,” ujar Redi.(Nov/Aw)

image_print

Pos terkait