Polres Katingan Lakukan Penyisiran Pencarian Korban

Tim gabungan Ditpolair Polda Kalteng, Satpolair Polres Katingan, Polsek Mendawai, pihak keluarga korban dan masyarakat setempat serta pihak kecamatan Mendawai saat melakukan pencarian korban yang tenggelam di Desa Mendawai.(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Tim Gabungan Polres Katingan lakukan penyisiran, sebagai upaya untuk mencari korban tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan di desa Mendawai Kecamatan Mendawai, sejak Senin (27/12) hingga Selasa (28/12). 
 
Tim Gabungan dimaksud, diantaranya Ditpolair Polda Kalteng bersama Satpolair Polres Katingan, Polsek Mendawai, pihak keluarga korban dan masyarakat setempat.
 
Kapolres Katingan AKBP Sonny Bhakti Wibowo S IK, saat dikonfirmasi kepada sejumlah awak media mengatakan, sejak pagi pencarian korban tenggelam masih terus dilakukan di DAS Katingan atau di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Desa Mendawai Kecamatan Mendawai.
 
 
“Dengan menggunakan speed boat dan perlengkapan pengamanan, rompi pelampung Personel Polres Katingan dibantu Ditpolair Polda Kalteng, Polsek Mendawai serta masyarakat melakukan pencarian dengan cara menyusuri pinggiran sungai,” kata Kapolres.
 
Diketahui korban kecelakaan transfortasi air tersebut menurutnya berjumlah dua orang, yakni atas Ahmad Abidin alias Rohman (34) dan Muhammad Sopoyono alias Bapa Nyono (53). Keduanya adalah warga Desa Setia Mulya Kecamatan Katingan Kuala. “Bapa Nyono dinyatakan selamat. Sedangkan  Rohman hingga kini masih dalam pencarian,” terangnya 
 
Adapun kronologis kejadiannya menurut-nya, sekira pukul 12.00 WIB dua orang korban tersebut, berangkat dari camp bejenta PT. PEAK Desa Tewang Kampung menuju Desa Setia Mulya dengan menggunakan satu unit perahu ces/alkon. Setibanya di Desa Mendawai, mereka berhenti sejenak, lantaran ombak di sungai tersebut cukup besar. Disamping itu juga hujan dan disertai angin kencang. Sehingga mereka berhenti beberapa menit, dan sekalian makan di dalam Ces tersebut.
 
Usai makan, mereka berdua menurutnya, meskipun masih dalam cuaca hujan, gelombang besar disertai angin kencang, mereka melanjutkan perjalanannya lagi ke tempat tinggalnya. Baru saja Ces yang dihidupinya itu berjalan sekitar 15 meter, secara mendadak di tengah perjalanan disapu oleh ombak yang besar dan diselengi angin yang kencang. “Sehingga ces yang ditumpanginya terbalik dan tenggelam,” jelasnya.
 
Menurut keterangan Bapa Nyono, lanjutnya, saat ces yang ditumpanginya itu terbalik, dirinya sempat memberikan jerigen minyak 30 liter yang kosong kepada Rohman sebagai pelampung. Karena, Rohman diketahui tidak bisa berenang. Kemudian gelombang besar kedua datang jirigen lepas dari tangan Rohman dan tidak tahu lagi keberadaannya. Bapa Nyono menyelamatkan diri ke tepi sungai dan meminta pertolongan dengan warga. “Sampai saat ini pencarian masih terus dilanjutkan,” pungkasnya. (Kas/Aw)
image_print

Pos terkait