Pj Sekda Katingan, Deddy Ferras dan ketua DPRD Kabupaten Katingan Marwan Susanto dan Waket II H Wiwin Susanto saat mengajak Sekjen Kemensos RI Robben Rico beserta rombongan untuk meninjau aula dan sejumlah kamar untuk pelaksanaan proses belajar mengajar siswa SR di tahun pembelajaran 2025/2026.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Penjabat (Pj) Sekda Katingan, Deddy Ferras bersama Asisten I serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab setempat, serta ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Marwan Susanto, Waket II H Wiwin Susanto dan anggota DPR Yudea Pratidina, Kapolres Katingan dan Forkopimda lainnya sambut kedatangan Sekjen Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) Robben Rico dan rombongan, Rabu sore (21/5) kemaren, di Hotel Katingan, jalan Tjilik Riwut KM 2,5 Kasongan.
Bupati Katingan Saiful dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Pj Sekda Katingan Deddy Ferras mengucapkan selamat datang kepada Sekjen Kemensos RI bersama rombongan di bumi Penyang Hinje Simpei ini. “Atas nama Pemkab Katingan, saya menyambut baik dan mengapresiasi serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kunjungan bapak Sekjen Kemensos RI beserta rombongan ke Kabupaten Katingan ini,” ucapnya, seraya menjelaskan bahwa kunjungan Sekjen Kemensos RI ini merupakan bentuk kepedulian, perhatian penuh dan dukungan penyelenggaraan SR di Kabupaten Katingan.
Dalam sambutan tersebut, dirinya juga menginformasikan tentang niat dan tekad Pemkab Katingan dalam penyelenggaraan SR tahun pelajaran 2025/2026, dengan berpedoman dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto tentang pembentukan SR, dengan tujuan mengoptimalisasi pengentasan kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem. “Sehingga’ kami yakin SR Kabupaten Katingan tahun 2025/2026 ini terlaksana dengan segera,” terangnya.
Di tempat yang sama , Sekjen Kemensos RI, Robben Rico dalam sambutannya menjelaskan tentang tujuan kedatangannya, yaitu untuk memastikan Pemkab Katingan dalam hal penyelenggaraan SR yang diajukannya beberapa waktu lalu.
Setelah dilakukan pengecekan administrasi, termasuk lahan yang akan dibangunnya SR maupun tempat atau gedung yang akan diselenggarakannya proses belajar mengajar di tahun 2025/2026 pada bulan Juli 2025 yang akan datang. “Kalau kami tinjau dua tempat untuk proses pembelajaran SR sementara di tahun ajaran 2025/2026 tampaknya layak,” kata Robben Rico, seraya menyebutkan dua tempat sementara untuk pelaksanaan proses belajar-mengajar di tahun pembelajaran 2025/2026, yakni di Hotel Katingan dan di SMP Negeri 7.
Kenapa harus membangun SR di sejumlah Kabupaten dan Kota di Indonesia ?. Karena Presiden RI kita Prabowo Subianto menurutnya ingin memberikan akses agar seluruh anak Bangsa memperoleh hak yang sama dalam menuntut ilmu di sekolah. “Artinya, mendapat pendidikan di sekolah baik di jenjang SD, SMP maupun SMA tidak hanya rakyat yang mampu atau cukup mampu saja, tapi juga rakyat yang tidak mampu sekalipun punya hak untuk menuntut ilmu di sekolah,” terangnya.
Makanya, menurutnya didirikanlah SR ini, dengan harapan semua anak Bangsa me dapatkan pendidikan yang layak seperti juga anak-anak yang lainnya. “Makanya, kita-kita semua harus mendukung berdirinya SR ini,” harapnya.
Terkait dengan dana yang bakal didirikannya SR serta berbagai fasilitas lainnya di Kabupaten Katingan ini menurutnya sekitar Rp 200 miliar lebih berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Sementara untuk penyelesaian bangunan SR beserta sarana dan prasarana lainnya di Kabupaten Katingan nanti, diperkirakan pada Maret 2026 yang akan datang sudah bisa selesai,” terangnya.
Selanjutnya, dirinya juga memberikan pemahaman tentang bagaimana tata cara rekrutmen siswa di tingkat Sekolah Dasar (SD) nanti. Karena, usianya masih 7 tahun. Hal ini menurutnya juga menjadi salah satu konsen dari bapak Presiden kita. “Kalau menurut saya, Pemkab Katingan melalui dinas terkait agar melakukan komunikasi dan pendekatan terhadap keluarga dan calon siswanya agar mereka bersedia untuk bersekolah di SR yang akan dibangun di Katingan ini,” harapnya.
Selain itu, berikanlah sosialisasi dan edukasi terhadap mereka, sehingga mereka bukan sekedar memahami saja tapi juga bersemangat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SR ini nantinya. “Lakukan edukasi dan sosialisasi door to door,” tambahnya. (Kas/Aw)













