Pengawas Terhadap Apotek Masih Kurang

Kadis Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari P

Bacaan Lainnya

Palangka Raya, Media Dayak

        Banyaknya obat yang beredar di masyarakat dan di apotek, serta tidak ada pemahaman tentang obat-obatan di kalangan masyarakat terutama obat yang dijual bebas, maka Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Memakai Obat (GeMa CerMat).

Sosialisasi yang diselenggarakan di Aula Batang Garing dibuka oleh Wali Kota Palangka Raya yang diwakili oleh asissisten II Kota Palangka Raya, Ikhwansyah dan dihadiri oleh Plt. Kadis Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari P, Senin (11/03).

Dalam sambutan Wali Kota Palangka Raya yang dibacakan mengatakan, kesehatan sangatlah penting, karena tanpa adanya tubuh dan jiwa yang sehat,  seseorang tak akan dapat menjalankan kehidupan dengan normal. 

Lanjutnya lagi, salah satu upaya untuk menjaga kesehatan adalah dengan menggunakan obat apabila seseorang terkena penyakit, selain itu juga dikatakan bahwa hasil riset kesehatan dasar (Riskesda) 2013 menyatakan bahwa 35,2 persen rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi dan sebagian adalah obat keras serta antibiotika. 

“Pengobatan yang tidak tepat akan merugikan pasien itu sendiri, maka dari itu perlu adanya kesadaran untuk cerdas dalam memilih obat,” tandasnya di akhir sambutan. 

Sementara itu, Andjas mengatakan, terkait kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan petunjukbdan pemahaman tentang bagaimana memilih obat dan bila perlu dengan dilengkapi dengan resep dokter. 

“Kita menginginkan kesehatan tetapi tidak berharap untuk sakit apalagi sampai mengkonsumsi obat yang ternyata tidak sesuai, ” terangnya. 

Dengan adanya sosialisasi ini lanjutnya lagi, maka akan memberikan cara bagaimana memilih obat yang sesuai sehingga penyakit tidak semakin fatal,  tandasnya. 

Sementara itu, Agustinawati Uma Ternate Apt, Kabid Sumber Daya Kesehatan mengatakan, bahwasanya pihak apoteker dapat memberikan saran atau sebagai tempat konsultasi obat apa yang bisa dipakai untuk penyakit yang diderita oleh pasien. 

“Penjaga Apotek dapat memberikan saran, asalkan pasien menjelaskan keluhannya terkait sakit yang dideritanya. Selain itu juga kendala yang dihadapi adalah bahwa apotek kebanyakan milik pribadi, sehingga pengawasan yang dilakukan sekedar apa yang harus diketahui oleh apotek tersebut,” tutupnya.(DMT)  

image_print

Pos terkait