Pencegahan Terorisme Bukan Hanya Tugas Aparat Keamanan

Staf ahli Gubernur Yuas Elko saat memberikan paparan di kegiatan  “Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi” Saring Sebelum Sharing, di Aquarius Hotel, Kamis (29/8). (Media Dayak/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

       Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui staf ahli Gubernur Kalteng bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan Yuas Elko mengatakan pencegahan terorisme bukan hanya tugas aparat keamanan.

“Ipaya penanganan terorisme yang dilakukan oleh aparat keamanan dengan memburu, menangkap dan eksekusi para pelaku teroris, ternyata bukan menyurutkan gerakan terorisme, bahkan mereka mampu mengembangkan pola-pola tindakan dan penyebaran dengan mempersiapkan kelompok-kelompok pemuda untuk terlibat dalam gerakan terorisme,” kata Yuas Elko saat mewakili Sekda Kalteng di kegiatan  “Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi” di Aquarius Hotel, Kamis (29/8).

Yuas menyampaikan terselenggaranya proses pembangunan nasional berkelanjutan dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai oleh terjaminnya keamanan, tertib dan tegaknya hukum, serta terbitnya ketentraman, yang mengandung kemampuan minat serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam mencegah, menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum.

Pihaknya mengatakan, berbagai media sering dimanfaatkan kelompok terorisme komunikasi diantara pelaku/oknum dan kemudahan akses bagi pengguna memudahkan melakukan aksi sesuai target yang diinginkan.

“Fakta lapangan yang merujuk pada pemikiran diatas merefleksikan bahwa upaya penanggulangan teroris ini belum cukup banyak untuk mengandalkan kekuatan aparat keamanan, tapi diperlukan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan deteksi dini. Delain multimedia sebagai sarana yang digunakan oleh pelaku terorisme dalam melancarkan aksinya, multimedia juga dapat digunakan sebagai sarana dalam melakukan pencegahan radikalisme terorisme secara efektif,” terangnya.

Disebutkan, salah satu upaya pencegahan teroris yang perlu dilakukan adalah dengan penyebarluasan informasi mengenai terorisme kepada seluruh elemen masyarakat termasuk para tokoh-tokoh masyarakat.

“Dengan menanamkan nilai-nilai budaya damai sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mengacu pada pemikiran pelibatan masyarakat dalam upaya pencegahan terorisme, diharapkan dapat memutuskan mata rantai atau jaringan jaringan teroris, termasuk upaya cegah dini,deteksi dini, dan tanggulangi secara cepat,” tegas Yuas Elko.

Senada dengan pemerintah Kalteng, Kasubdin Bina Dalam Pemasyarakatan FKPT Kalteng Sigit Karyadi mengatakan, tidak hanya mengandalkan kekuatan aparat keamanan dalam pencegahan aksi terorisme tetapi diperlukan peran aktif masyarakat, termasuk aparatur pemerintahannya yang dimulai dari kelurahan dan desa di seluruh pelosok tanah air, hingga sampai RT RW.

“Kelurahan dan desa merupakan struktur pemerintahan paling bawah yang langsung menyentuh kepada masyarakat secara langsung, untuk itu perlu mengoptimalkan peran serta seluruh aparatur tersebut dalam pencegahan terorisme yang bersinergi dengan masyarakat pada masing-masing wilayah dalam pencegahan dini,” tegasnya.(YM)

image_print

Pos terkait