Sekda Kalteng Fahrizal Fitri bersama Kepala BNPB RI Doni Monardo saat gelar Rakor Penanganan Darurat Karhutla Provinsi Kalteng bersama Kepala BNPB di VIP Room Isen Mulang Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Minggu (4/8).(Foto/Humas Pemprov)
Palangka Raya, Media Dayak
Sekretaris Daerah(Sekda)provinsi Kalimantan Tengah(Kalteng)Fahrizal Fitri menyebut, penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan(Karhutla)terus menerus dilaksanakan sinergis antara satgas provinsi dan satgas Kabupaten/Kota se-Kalteng.
“Dari 13 Kabupaten dan 1 Kota di Kalteng,yang sudah menetapkan status siaga darurat sebanyak 7 Kabupaten dan 1 Kota. Meskipun demikian, kabupaten yang belum menetapkan status siaga darurat juga terus melakukan upaya penanganan secara intensif,” terang Sekda saat mewakili Gubernur di kegiatan Rakor Penanganan Darurat Karhutla Provinsi Kalteng bersama Kepala BNPB di VIP Room Isen Mulang Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Mingu (4/8).
Diungkapkan Sekda, Satgas Penanganan darurat bencana Karhutla provinsi Kalteng dipimpin oleh Komandan Resort Militer 102/Panju Panjung, sebagai komandan Satgas sedangkan Wakil Komandan Satgas yaitu Kepala Biro operasi Polda Kalteng, Kepala Pelaksana Badan penanggulangan Bencana dan pemadam kebakaran Provinsi Kalteng, Kepala Staf Korem 102/Panju Panjung dan Komandan Pangkalan TNI AU Iskandar.
“Selain Satgas yang dibentuk oleh pemerintah provinsi dan pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalten,Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB)telah membentuk dan menempatkan Satgas gabungan pencegahan sebanyak 1.512 personil dari unsur TNI, Polri, BPBD dan masyarakat yang ditempatkan di 100 desa/kelurahan di tingkat kerawanan Karhutla sangat tinggi,” ujar Sekda
Dikatakan Sekda, Karhutla yang dihadapi tahun 2019 lebih tinggi dibanding tahun 2016, 2017 dan 2018 sebabkan kondisi musim kemarau yang lebih kering ditambah dengan fenomena el-nino lemah.
“Tetapi bagaimana saya berulang kali sampaikan bahwa saya percaya kepada sinergitas kita, pemerintah, lembaga usaha, masyarakat, akademisi dan media mampu mewujudkan komitmen kita bersama Kalteng bebas ke kabut asap 2019,” tegas Fahrizal.
Dijelaskan Fahrizal Provinsi Kalteng luasnya hampir 1,5 kali pulau Jawa, memiliki lahan gambut sekitar 3 juta hektar. Sedangkan Tingkat kepadatan penduduk yaitu 17,3 jiwa/km². Dengan data-data seperti itu, maka tantangan yang dihadapi oleh Kalteng relatif sangat besar.
“Strategi yang diambil oleh Bapak Kepala BNPB untuk menitik beratkan pada upaya-upaya pencegahan dan kesiapan dengan menempatkan personel secara langsung di desa-desa atau kelurahan-kelurahan rawam Karhutla sudah sangat tepat,” puji Sekda.
Lebih lanjut Sekda Kalteng mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNPB Republik Indonesia. “Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan helikopter water bombing sebanyak 6 (enam) unit dan helikopter patroli sebanyak 1(satu) unit di Provinsi Kalteng,” katanya.
Sementara itu, Kepala BNPB RI Doni Monardo menyebut, Kehadiran pihaknya mengunjungi Kalteng bukan untuk mengambil alih tugas dari pemerintah provinsi dan Satgas Karhutla Kalteng.
“Kehadiran kami disini adalah untuk memberikan semangat kepada Bapak Gubernur dan jajaran, unsur TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat yang ada di Kalteng dalam penanggulangan bencana Karhutla,” tegasnya.
Pihaknya menyebut, datang ke Palangka Raya dengan semangat membawa semangat, bukan berarti jajaran pemerintah dan instansi terkait di Kalteng belum semangat, “Tetapi perlu kita tingkatkan semangat lebih lagi, seperti yang diketahui bersama sebagian besar penyebab Karhutla adalah manusia,” demikian Kepala BNPB RI mengakhiri.(YM)











