Pemprov Kalteng Kembali Bahas Bajakah

Staf Ahli Gubernur bidang hukum dan politik Endang Kusriatun (dua dari kanan) saat membuka kegiatan rapat bahas Bajakah, di dampingi pejabat terkait di aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Senin (14/10). (Media Dayak/Yanting).

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

       Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali membahas kelanjutan dari rencana penelitian akar Bajakah, yang sempat viral beberapa waktu lalu atas penemuan dua siswi SMU Negeri 2 Palangka Raya.

“Bajakah ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah di Kalteng, tapi pusat pun menaruh perhatian luar bisa. Bersamaan hari ini, di Jakarta juga sedang berlangsung rapat membahas Bajakah,” ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Provinsi Kalteng, Endang Kusriatun yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri, di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Senin (14/10).

Pihaknya menghimbau agar potensi yang ada di alam Kalteng (Bajakah, red) bisa dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin, sehingga kedepannya yang menjadi harapan bersama yaitu kesehatan di daerah ini semakin membaik.

“Saat ini sudah banyak yang telah pemerintah lakukan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalteng, karena untuk meningkatkan IPM salah satunya ialah melalui peningkatan kesehatan,” terang Endang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan, untuk bisa menjadi sebuah obat yang bermanfaat buat manusia dibutuhkan riset lanjutan.

“Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, terakhir arahan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia bahwasanya kalau ingin mengembangkan Bajakah ada dua cara,” katanya.

Pertama kalau hanya sampai jamu itu tidak perlu sampai penelitian, tinggal membuat ijin edar selesai, ijin edarnya dari BPOM. Kedua fitofarmaka, yaitu obat tradisional yang setara dengan obat modern. “Itu yang membutuhkan penelitian jangka panjang, sebelumnya di sampaikan kurang lebih tiga tahun, karena harus dilakukan uji coba ke manusia,” kata Suyuti Syamsul menyampaikan pendapatnya.

Rapat membahas tentang Bajakah tersebut dihadiri para peneliti, Dinas Kesehatan, Balai Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM, TNI, Polri dan sejumlah pejabat terkait lainnya.(YM)

image_print

Pos terkait