Kepala Diskop UKM Kalteng Aty Mulyati (satu dari kanan) memperlihatkan masker yang dijual melalui PLUT yang ada di Diskop UKM Kalteng, Selasa (7/4) (Media Dayak/ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kalteng membantu UKM/pelaku usaha memasarkan masker kain hasil produksi di daerah ini.
“Hal tersebut kami lakukan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) provinsi Kalteng sejak beberapa waktu terakhir,” ujar Kepala Diskop UKM Kalteng Aty Mulyati mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Selasa (7/4).
Menurut Aty Kebijakan tersebut diambil oleh pihak Pemprov untuk menyesuaikan kondisi yang saat ini terjadi, yakni adanya pandemi corona virus disease 2019 (covid-19). “Dalam hal ini kami berupaya membantu di masyarakat di daerah ini, agar bisa mendapatkan masker yang berkualitas dengan harga terjangkau dan di satu sisi membantu pelaku usaha tetap bertahan,” terangnya kepada media.
Aty Mulyati juga menjelaskan, diproduksinya masker kain ini sangat efektif. Pasalnya, saat ini masker medis saat ini sudah mulai sulit didapat, dan harganya jauh di atas harga eceran biasanya.
“Masker yang diproduksi para penjahit kita (UKM, red) dipasarkan PLUT dibandrol dengan harga Rp 5.000 per lembar dan memiliki lapisan yang bisa digunakan sebagai tempat filternya,” ujar Kadiskop UKM ini, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kalteng.
Aty mengaku, setiap harin masker kain yang pihaknya pasarkan melalui PLUT, terjual dalam waktu cepat kepada berbagai pihak dengan sistem pemesanan terlebih dulu. “Bahkan terkadang ada konsumen yang tidak kebagian, sebab tingginya permintaan,” jelasnya.
Sebelumnya, Koordinator Konsultan PLUT Kalteng, Hari menjelaskan, saat ini ada sekitar 40 pelaku usaha yang siap memproduksi masker kain untuk memenuhi kebutuhan dan pesanan dari para konsumen.
Ia mengungkapkan, masing-masing dari pelaku usaha, biasanya mendistribusikan sekitar 50 lembar masker kain kepada pihaknya, sehingga rata-rata ada sekitar 2.000 lembar masker yang mampu dijual per harinya.
“Pesanan yang datang melalui PLUT cukup banyak, seperti sekarang saja sudah ada sekitar 50 pihak yang melakukan pemesanan masker kain. Pola bantuan pemasaran seperti ini, nyatanya cukup membantu pelaku usaha yang terdampak karena berkurangnya pelanggan,” katanya.
Hari mengatakan, pembeli masker kain itu terdiri dari berbagai pihak, baik dari kalangan masyarakat serta instansi pemerintah maupun perbankan. “Para konsumen tidak hanya berasal dari Palangka Raya, namun juga seluruh kabupaten di Kalteng, bahkan sejumlah daerah di Kalimantan Selatan hingga Surabaya, Jawa Timur,” pungkasnya. (Ytm/Lsn)











