Penyematan dan pemakaian seragam kepada satgas G1R1J oleh Sekda Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu, dalam upaya Pemko memerangi jentik, akhir pean lalu.(Media Dayak/Darmawanto)
Palangka Raya, Media Dayak
Hujan sudah mulai turun di Kota Palangka Raya, hal ini tentunya menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota Palangka Raya, selain permasalahan genang air juga tak kalah penting adalah timbulnya penyakiy di musim penghujan.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu prioritas nasional pengendalian penyakit menular di Indonesia. Penyakit ini sampai sekarang masih menjadi momok yang meresahkan masyarakat, karena dapat menimbulkan kematian.
Kota Palangka Raya yang merupakan wilayah perkotaan dan terus berkembang, dimana juga tidak luput dari sasaran penyakit demam berdarah yang setiap tahun terjadi dan selalu menjadi viral di masyarakat, terutama bila sampai merenggut korban jiwa.
Hal penting ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu , saat membacakan sambutan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin pada acara pencanangan gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J), di halaman kantor Kelurahan Palangka, Kecamatana Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (4/10) lalu.
Lebih lanjut dikatakan, prioritas utama penanggulangan DBD yakni ditekankan pada upaya pencegahan melalui pemberdayaan dan peran serta masyarakat yaitu Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta pengendalian penyakit agar tidak meluas menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Untuk itu diperlukan koordinasi dan kemitraan yang bersinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha untuk berkomitmen menciptakan lingkungan yang sehat sehingga penyakit-penyakit menular dapat ditekan,ujar Hera.
Disampaikan Hera, Kementerian Kesehatan RI mengoptimalkan upaya pencegahan penyakit DBD. Salah satunya melalui gerakan 1 rumah 1 jumantik
Marilah kita bersama-sama menjaga lingkungan agar bersih dan terbebas dari jentik-jentik nyamuk. Kegiatan G1R1J ini diharapkan bisa menyadarkan masyarakat tentang pentingnya memberantas sarang nyamuk agar terbebas dari DBD, harapnya.
Ditempat yang sama Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengungkapkan jumantik atau juru pemantau jentik merupakan anggota masyarakat yang dilatih untuk memantau keberadaan jentik.
Mereka nantinya kata dia akan menggerakkan warga lain untuk melakukan PSN dengan cara 3M Plus yaitu menguras, penampungan air, mendaur ulang barang bekas serta plusnya yaitu menghindari gigitan nyamuk dengan pemakaian kelambu, repellent atau menggunakan obat anti nyamuk lainnya.
Kita berharap dalam satu keluarga ada satu orang yang bisa jadi pemantau jentik di rumah sendiri. Jika semua keluarga menerapkan gerakan ini, maka pengembangbiakan jentik nyamuk Aedes Aegypti pembawa DBD dapat dicegah,tutupnya.(Dmt/Lsn)











