Pemkab Mura Gelar Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu

Asisten II Sekda Mura, Fery Hardi saat membuka Pelatihan Kader Posyandu.(Media Dayak/Lulus Riadi)

Puruk Cahu, Media Dayak

Bacaan Lainnya

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) melakukan pelatihan kepada kader posyandu di 12 desa untuk menekan kasus stunting diwilayah setempat.

Pelatihan tersebut dengan menggandeng perusahaan tambang PT Indo Muro Kencana (IMK) itu dilaksanakan di aula Gedung Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Mura di Puruk Cahu, Minggu (10/10/2021).

Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kader posyandu desa melalui program percepatan penurunan Stunting itu sendiri dibuka oleh Asisten II Setda, Fery Hardi atas nama Bupati Mura, Perdie M. Yoseph.

Asisten II Setda, Fery Hardi mengatakan, pelatihan yang mengikut sertakan seluruh kader posyandu di 12 desa binaan PT IMK tentu sangat membantu dalam melakukan pencegahan potensi meningkatnya angka Stunting.
“Kondisi Stunting ini saat ini menjadi beban pemerintah daerah ditengah pandemi covid-19, tentu untuk menekannya pemerintah tidak mungkin dapat bekerja sendiri, sehingga perlu dukungan dari seluruh pihak guna bersama-sama melakukan pencegahan,” ungkap Fery.

Selain itu, Fery juga memaparkan dukungan lainnya yang sangat diharapkan untuk membantu langkah pencegahan Stunting ini adalah dari peran media massa yang diharapkan dapat menjadi corong informasi dan sosialisasi bagi seluruh lapisan masyarakat agar dapat mengetahui, memahami serta mampu mengedukasi masyarakat untuk terhindar dari potensi Stunting.

“Dengan bantuan penyebarluasan edukasi dan sosialisasi yang tepat, maka kita yakini bisa memberikan wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat kita, sehingga dampak buruk Stunting bagi pertumbuhan anak dapat dengan cepat bisa kita atasi bersama,”terangnya.

Sementara itu. Kepala Dinas Kesehatan Mura, dr Suria Siri yang berkesempatan menjadi salah satu pemateri dalam pelatihan tersebut menjelaskan, saat ini angka Stunting naik signifikan. Pihaknya, menyadari bahwa selama dua tahun terakhir, semua sektor terganggu yang mengakibatkan angka tersebut meningkat.

“kita telah melakukan beberapa upaya intervensi terhadap kondisi ini, dengan memberikan makan tambahan terutama susu bagi balita dan ibu hamil, dengan mengerahkan petugas kesehatan yang ada di desa desa,” jelas Kadiskes.

Dalam masa pelatihan kepada kades Posyandu, Suria mengatakan para kader akan pihaknya bekali pengetahuan khusus tentang Stunting, karena daerah sekitar tambang saja sudah begitu banyak penderita Stunting, sehingga perlu menjadi perhatian bersama.(Lus/ Lsn)

 

 

image_print

Pos terkait