Pemkab Lamandau Pastikan ak Ada Pembedaan dalam Penanganan Pasien Positif Covid-19

MENYERAHKAN – Sekda Lamandau, M Irwansyah, menyerahkan surat keterangan sembuh dari Covid-19 kepada penghuni mess desa, beberapa waktu lalu. (Media Dayak/TL/RHF)

Nanga Bulik, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamandau memastikan bahwa tidak ada pembedaan penanganan terhadap semua pasien positif Covid-19.

Demikian disampaikan, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Lamandau, M Irwansyah, saat dikonfirmasi Wartawan via whatsapp, Jum’at (18/12). “Kami (Pemkab) tidak ada niatan membeda-bedakan penanganan terhadap pasien positif, semua sama,”ungkap Sekda.

Dia menyampaikan, pernyataan tersebut sekaligus sebagai respon Pemerintah Daerah menyikapi adanya kabar di media sosial bahwa ada beberapa orang yang sudah terpapar covid atau dinyatakan positif hasil swab tapi belum di isolasi di mess desa. Sehingga menimbulkan kecemburuan sosial bagi penghuni mess desa. “Alasannya tidak lain karena keterbatasan tempat isolasi. Sebab mess desa sempat overload tidak sanggup lagi menampung pasien positif dan mereka yang isolasi mandiri di rumah masing-masing tetap kita pantau,”ucapnya.

Alasan lainnya, sambung dia, tim kesehatan juga memantau sejauh mana tingkat infeksius masing-masing pasien positif. Sehingga yang diprioritaskan dimasukkan ke mess desa adalah yang resiko atau tingkat infeksiusnya cukup tinggi. “Dalam artian jika ini dibiarkan diluar ada kemungkinan akan menularkan kepada saudara atau tetangga, karena tidak memiliki tempat isolasi yang memadai,”jelasnya.

Sementara yang lain, kata dia, yang dapat melakukan isolasi secara mandiri diberikan kelonggaran untuk tidak masuk mess desa, tapi akan tetap dipantau oleh tim gugus tugas.

Sebelumnya, Sekda Irwansyah melepas 60 warga penghuni Mess Desa yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Bahkan, tim gugus tugas juga memberikan surat keterangan sembuh dari Covid-19 serta sembako bagi warga yang telah selesai menjalani masa pengobatan dan isolasi di mess desa ini.

Diharapkan, mereka yang telah sembuh bisa menyampaikan kepada keluarga dan masyarakat agar bisa bersama-sama menjaga dan menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. (Tin/Rsn)

image_print

Pos terkait