Pemkab Lamandau Gelar Istighosah dan Tula’ Bala

MELAKUKAN – Para Damang, mantir dan tokoh adat dayak Kabupaten Lamandau melakukan ritual tula’ bala agar pandemi COVID-19 segera berakhir, Rabu (07/07). (Media Dayak/Tin/Rsn)

Nanga Bulik, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dalam beberapa hari terakhir, jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Lamandau terus bertambah. Sebab itu, berbagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 terus dilakukan oleh Pemkab Lamandau.

Bukan hanya ketat menerapkan protokol kesehatan, penanggulangan wabah COVID-19 juga dilakukan dengan cara kultural yakni berdo’a atau ritual tula’ bala sesuai dengan kepercayaan dan kearifan lokal.

Kegiatan Do’a istighosah dan ritual tolak bala dilaksanakan secara serentak di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Lamandau pada Rabu (070/7). Kegiatan tersebut akan diikuti pantang pamali atau larangan selama ritual berlangsung selama 10 hari kedepan.

Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, yang juga sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Lamandau, nampak menghadiri ritual tula’ bala yang dilaksanakan di halaman kantor DAD Lamandau, komplek mess desa.

“Hari ini, serentak kita melaksanakan Do’a Istighosah serta ritual adat dayak untuk tula’ bala. Seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Lamandau, tentu ikhtiar kita ada,”ungkapnya.

Ini, lanjut dia, kegiatan kita semilarkan dengan arahan pemerintah pusat kaitan dengan pengetatan PPKM mikro.

“Dimana di dalam kegiatan Do’a serta ritual ini juga, termasuk pantangannya adalah membatasi pergerakan orang, bahkan untuk berkunjung ke tetangga saja tidak diperbolehkan selama kegiatan ini berlangsung,” katanya. (Tin/Rsn)

image_print

Pos terkait