Pemkab Kobar Optimalkan Aset Daerah Agar Memberikan Manfaat Ekonomi

Bupati Kobar Hj. Nurhidayah saat memimpin rapat, di Ruang Rapat F.A.D Pati Anom, Rabu (7/5/2025) (Media Dayak/Ist)
iPangkalan Bun, Media Dayak

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar rapat untuk membahas rencana revitalisasi pasar dan optimalisasi pemanfaatan aset-aset daerah yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian daerah. Kegiatan di Ruang Rapat F.A.D Pati Anom, Rabu (7/5/2025).

Bacaan Lainnya

Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kobar Hj Nurhidayah menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah agar pemanfaatannya tidak membebani anggaran dan tetap memberikan nilai ekonomi.

“Banyak aset kita kondisinya seperti ‘hidup segan mati tak mau’. Ini membebani daerah karena harus dirawat, tapi tidak menghasilkan. Maka perlu kita pikirkan cara mengubahnya menjadi sumber pendapatan,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menyampaikan sejumlah aset yang akan menjadi fokus revitalisasi, seperti pasar mini di depan rumah sakit, lahan kosong di depan MAN Pelingkau, serta lantai tiga Pasar Indra Kencana.

Sekda Rody Iskandar turut mendukung langkah revitalisasi aset yang digagas Bupati. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan lahan dan bangunan milik daerah yang selama ini terbengkalai.

“Kawasan di sekitar Dinas Perhubungan dan Satpol PP bisa diolah secara kreatif agar tidak terus jadi beban. Kalau dimaksimalkan, aset-aset ini bisa jadi sumber pendapatan baru bagi daerah,” ujarnya.

Ia juga berpendapat agar pasar mini di depan rumah sakit dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaku usaha kecil.

“Pasar mini bisa dijadikan lokasi relokasi UMKM agar lebih tertata dan punya tempat berjualan yang layak,” tambahnya.

Kepala Disperindagkop UKM, Alfan Khusnaini, mengemukakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Bupati dengan melakukan analisa awal terhadap tiga lokasi aset yang akan direvitalisasi.

“Kami merancang satu paket studi kelayakan sekaligus perencanaan teknis sebagai langkah awal, agar proses pembangunan dapat berjalan lebih efisien dan terintegrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap kegiatan ini dapat diakomodasi dalam anggaran perubahan tahun 2025 agar pelaksanaan fisik dapat dimulai lebih awal pada tahun 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR M. Hasyim Muallim mengingatkan pentingnya aspek teknis dalam rencana pemanfaatan aset, khususnya pembangunan hotel di lantai tiga Pasar Indra Kencana.

“Kita perlu pastikan kekuatan struktur bangunan sebelum melakukan pembangunan. Jangan sampai rencana ini justru menimbulkan risiko baru,” ujarnya.

Ia juga menyarankan penggunaan material yang tepat. Dengan menggunakan bahan yang ringan tapi tetap kuat, agar tidak membebani struktur dan tetap aman digunakan.

Revitalisasi aset daerah menjadi langkah strategis, untuk meningkatkan produktivitas lahan milik pemerintah, serta membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi pelaku UMKM. Rencana ini juga menunjukkan komitmen daerah dalam mewujudkan tata kelola aset yang efisien, aman, dan berkelanjutan. (Rd/Lsn)

 

 

image_print

Pos terkait