Palangka Raya, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat lewat optimalisasi peran posyandu.
“Salah satu upaya optimalisasi ini kami lakukan dengan melaksanakan sosialisasi pos pelayanan terpadu (posyandu) enam standar pelayanan minimal (SPM) tingkat kabupaten,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Yulius di Kuala Kurun, Selasa (11/11/2025).
Dia mengatakan, tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan menjadikan posyandu sebagai pusat pelayanan dasar yang lebih holistik dan terintegrasi.
Ia menjelaskan, saat ini fungsi posyandu diperluas menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
Perubahan tersebut mengembangkan peran posyandu sebagai mitra pemerintah lebih luas lagi, yang mana posyandu berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana dan pembina pada masing-masing jenjang dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa.
Melalui enam SPM tersebut, pemkab berharap posyandu yang ada di Gunung Mas menjadi pusat pelayanan terintegrasi yang lebih kuat dan komprehensif.
“Sosialisasi ini bertujuan agar posyandu menjadi lebih efektif dan terpadu dalam menjawab permasalahan nyata di masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup penduduk,” bebernya.
Adapun peserta sosialisasi secara keseluruhan berjumlah 200 orang, dengan rincian 50 orang dari Tim Pembina Posyandu Gumas, 12 orang ketua TP PKK kecamatan, 127 ketua TP PKK desa/kelurahan, serta 11 orang panitia dan tamu undangan.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Gumas Mimie Mariatie Jaya S Monong menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, dan pengembangan kapasitas kader posyandu melalui kegiatan pelatihan rutin, pemberian penghargaan, serta dukungan manajemen yang baik.
Dengan pendekatan komprehensif diharap posyandu menjadi wadah pelayanan sosial dasar masyarakat maupun wadah pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.
“Dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan dalam upaya ini, sehingga posyandu dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Gumas,” kata Mimie.(Antara/Lsn)









