
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran saat memberikan paparan didepan peserta Kemah Pemantapan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019, di Bumi Perkemahan Palangka Tuah Pahoe, Kereng Bangkirai, Senin (1/4).(Media Dayak/Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Pemerintah daerah wajib memperhatikan masyarakat, dan membawa masyarakat keluar dari kemiskinan, berperang dengan yang namanya kemiskinan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran saat mengunjungi kegiatan Kemah Pemantapan Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019, di Bumi Perkemahan Palangka Tuah Pahoe, Kereng Bangkirai Senin (1/4).
Melalui kegiatan Kemah SDM yang diikuti Anggota Tagana, Kampung Peduli Bencana dan Program Keluarga Harapan Kabupaten/Kota se-Kalteng tersebut, Gubernur menyampaikan, selama ini pemerintah telah mengurangi angka kemiskinan dengan adanya program keluarga harapan, kartu Indonesia sehat, kartu Indonesia pintar, kumunitas adat desa terpencil dan program pemerintah lainnya, untuk menggapai masyarakat yang adil.
Diakui, untuk pengentasan kemiskinan memang tidak bisa diselesaikan dalam 5 (lima) tahun, dan tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena banyak hal yang kerjakan pemerintah, seperti pemerataan pembangunan, pendidikan, kesehatan dan lainnya.
“Pemerintah Kalteng sendiri, saat ini sedang gencar mengerjakan pekerjaan infrastruktur, dari APBD Kalteng yang Alhamdulillah meningkat dari tahun sebelumnya, dan saat ini berada di angka 5 triliun 400 milyar,” terang orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai tersebut.
Pada kesempatan tersebut juga, Gubernur mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Tagana, Kampung Siaga Bencana dan Program Keluarga Harapan, yang berada dibawah naungan Dinas Sosial Kalteng, untuk pengabdian dan kerja keras mereka mengabdi kepada masyarakat meskipun dengan gaji/insentif yang sangat minim.
“Saat ini memang anggaran kita minim, tetapi kita akan berusaha untuk membantu mereka agar bisa menerima insentif, seperti yang lainnya, karena didaerah-daerah kita juga memiliki guru-guru dan elemen masyarakat yang lainnya yang perlu kita perhatikan, meskipun sedikit yang kita beri, yang penting ada,” beber Sugianto.
Gubernur berharap, melalui anggaran yang ada di APBD, jangan sampai kewajiban menangani masyarakat diabaikan, terlebih mereka yang telah mengabdikan diri kepada masyarakat, seperti Tagana, Tim Kampung Siaga Bencana dan Program Keluarga Harapan.
“Ke depan saya berharap apabila PAD kita meningkat, menyentuh di angka 8 triliun sampai dengan 10 triliun kita akan tingkatkan tunjangan yang akan mereka terima, untuk hidup yang lebih harmonis,” tutup Gubernur.(YM)












