Menko Polkam RI Djamari Chaniago bersama Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran serta pejabat lainnya. (Media Dayak/MMC Kalteng)
Pulang Pisau, Media Dayak
Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau. Saat ini, proses penanganan memasuki tahap pendinginan setelah kobaran api di permukaan berhasil dikendalikan.
Tim gabungan masih berupaya menghilangkan asap yang muncul akibat bara api yang masih tersimpan di bawah lapisan lahan gambut, Jumat (31/7).
Kondisi tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.
Kunjungan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi puncak musim kemarau.
Dalam arahannya, Djamari menegaskan respons cepat menjadi kunci mengendalikan Karhutla agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
“Kalau bisa cepat kita padamkan karena ada bantuan hujan, pantau terus dan jangan sampai timbul titik api lagi. Lebih baik kita menyelesaikannya pada saat api masih kecil-kecil. Kalau sudah terlanjur besar, dengan cara apa pun akan sangat sulit,” kata Djamari.
Ia juga meminta Satgas Karhutla memanfaatkan seluruh sumber air yang tersedia di sekitar lokasi serta mengoptimalkan peralatan pendukung dari BNPB, seperti selang penyalur air jarak jauh dan flexible tank.
Menurutnya, fokus utama pemerintah dalam penanganan Karhutla adalah melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat dari dampak asap.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan sebanyak 500 personel Satgas Darat Gabungan telah dikerahkan untuk menangani Karhutla di Pulang Pisau. Personel berasal dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Ia mengatakan tantangan utama di lapangan adalah bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan lahan gambut.
“Apinya sudah tidak ada, tetapi asapnya ini yang masih tebal. Karena lahan gambut, di bawah permukaan itu masih ada bara sehingga tidak bisa ditinggal dan harus disemprot terus sampai asapnya betul-betul hilang,” ujar Suharyanto.
Untuk mempercepat proses pendinginan, BNPB mengintegrasikan operasi darat dan udara melalui water bombing serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan.
Selain itu, pemerintah juga membangun sumur bor dan sumur temporer serta menyiagakan truk tangki air bersih guna mendukung pemadaman sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Di tingkat daerah, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan seluruh instansi harus bergerak cepat dan menjaga koordinasi dalam penanganan Karhutla.
“Penanganan Karhutla di Kabupaten Pulang Pisau ini harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi tanpa ada toleransi keterlambatan. Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, sehingga begitu ada titik api terdeteksi, respons harus segera dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas,” tegas Agustiar.
Senada dengan itu, Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan pihaknya terus memperkuat patroli terpadu, penyekatan, dan pemadaman di kawasan rawan.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun. Pemerintah berharap kolaborasi seluruh pihak dapat mempercepat proses pendinginan lahan gambut sehingga kebakaran benar-benar padam dan tidak kembali meluas selama puncak musim kemarau.(MMC/YM/AW)











