Pemenuhan Bahan Pangan di Gumas, 80 Persen Masih Bergantung Pasokan Luar

Kepala Dinas Pertanian Gumas Aryantoni (kiri) beberapa waktu lalu melakukan koordinasi dengan Asisten Teritorial Pangdam XXII/Tambun Bungai dalam pemanfaatan lahan pertanian di Kabupaten Gumas.(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kabupaten Gunung Mas (Gumas) masih belum  mampu mencapai kemandirian pangan. Faktanya, lebih dari 80 persen kebutuhan bahan pangan masyarakat Gumas masih dipenuhi dari suplai luar Gumas. Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Gumas Aryantoni, Senin (2/3/2026) melalui aplikasi pesan.

“Ketergantungan yang mencapai angka 80 persen itu menunjukkan produksi pangan lokal kita belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sendiri. Artinya, jika terjadi gangguan distribusi atau kenaikan harga di daerah pemasok, dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat Gunung Mas,” kata Toni panggilan karib Aryantoni

Menurutnya, situasi tersebut bukan hanya soal angka, tapi menyangkut stabilitas ekonomi, kesejahteraan petani, hingga ketahanan daerah dalam menghadapi krisis.

“Permasalahan utama terletak pada sektor hulu, yakni minimnya pelaku atau sumber daya manusia (SDM) yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi pertanian dan tanaman pangan,” ucapnya.

“Jumlah petani produktif masih terbatas, regenerasi petani belum optimal, dan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih rendah. Akibatnya, potensi lahan yang tersedia belum tergarap secara maksimal,” tambah Toni.

Dijelaskannya, sektor hulu merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian pangan. Namun tanpa SDM yang kuat di lini produksi, target swasembada akan sulit dicapai. Strategi jangka pendeknya adalah menggandeng pihak swasta dan melibatkan TNI.

“Pemkab Gunung Mas terus memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, salah satunya dengan melibatkan bantuan personel TNI dalam pemanfaatan lahan pertanian dan tanaman pangan yang ada. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pengelolaan lahan, meningkatkan produktivitas, sekaligus menjadi stimulus bagi tumbuhnya semangat bertani di tengah masyarakat,” jabar Toni.

Diakui Toni, untuk menuju kemandirian pangan  di Gumas butuh kerja bersama alias sinergisitas. ”Menuju kemandirian pangan di Gunung Mas bukan pekerjaan instan ya. Dibutuhkan komitmen, penguatan SDM, modernisasi pertanian, serta kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Dengan potensi lahan yang tersedia dan dukungan berbagai pihak, dirinya berharap Gumas yang mandiri pangan dapat terwujud. “Satu hal yang pasti, kunci utamanya ada pada penguatan sektor hulu dan keberanian untuk bertransformasi,” kuncinya . (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait