LOMBA BALITA SEHAT-Wakil Bupati, Sugianto Palana Putra didampingi unsur FKPD, Plt Kadis Kesehatan dan peserta Lomba Balita Sehat foto bersama usai pembukaan, di aula kecamatan setempat, Selasa (29/10). (Media Dayak : Lana)
Muara Teweh, Media Dayak
Wakil Bupati Barito Utara (Wabup Barut) Sugianto Panala Putra mengatakanan, pembangunan kesehatan sebagai bagian upaya membangun manusia seutuhnya antara lain diselenggarakan melalui upaya kesehatan anak yang dilakukan sedini mungkin sejak anak masih dalam kandungan.
“Lima tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap pengaruh lingkungan baik biologis, fisik maupun sosial. Masa ini berlangsung sangat pendek dan tidak dapat diulang lagi, oleh karena itu masa balita tersebut sebagai “masa keemasan” (golden period),” masa kritis” (critical period) dan jendela kesempatan (window of opportunity),” kata wabup Sugianto saat membuka kegiatan Lomba Balita Sehat, di aula Kecamatan, Selasa (27/10).
Dikatakannya, bahwa saat ini isu strategis masalah gizi yang mendapat perhatian khusus baik secara nasional maupun dunia internasional adalah masalah stunting (pendek). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan.
“Anak stunting akan memiliki bentuk fisik tubuh yang pendek, perkembangan kognitif dan motoriknya terhambat sehingga sulit berprestasi dan mengakibatkan gangguan metabolik pada saat dewasa sehingga resiko terkena penyakit egeneratif seperti diabetes, obisitas, penyakit stroke dan penyakit jantung semakin besar,” ucap Wabup Sugianto.
Yang pada akhirnya kata Wabup, stunting menyebabkan generasi masa depan yang tidak berkualitas oleh karena itu mulai saat ini mari bersama-sama kita cegah putra dan putri kita dari stunting “Anak Itah Barut Ela Hindai Stunting”.
Menurut Wabup salah satu pendekatan yang cukup strategis dan dekat dengan masyarakat untuk mempersiapkannya adalah melalui kegiatan posyandu, dan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan tersebut berperan atau memberikan dampak terhadap ibu balita sebagai pembina, pengasuh dan pendidik anak.
“Perlu dilakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan peran serta ibu balita dalam membentuk putra-putrinya menjadi generasi yang tangguh, diantaranya melalui Lomba Balita Sehat (LBS),” imbuhnya. (lna)











