Waket I DPRD Gumas Binartha. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Perusahaan Besar Swasta (PBS) sejatinya memberi kemaslahatan bagi warga desa sekitarnya. Tapi beberapa PBS di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) miskin perhatian ke warga.
“Saya prihatin. Masih ada beberapa PBS di wilayah ini yang abai terhadap hak-hak warga lokal. Pemberdayaan warga lokal tidak mendapat perhatian yang baik,” ujar Wakil Ketua (Waket) I DPRD Gumas Binartha, Kamis (24/3).
Legislator dapil dua asal partai Golkar itu pun blak-blakan mengakui relaitas yang ada. Beberapa PBS dalam perekrutan karyawan lebih memprioritaskan warga pendatang. Warga lokal tidak memperoleh perhatian yang semestinya.
“Keinginan warga lokal utamanya generasi muda menjadi karyawan PBS sangat besar. Mereka memiliki kesungguhan dan kemampuan, namun mengalami kesulitan, tidak diberi akses, tidak mendapatkan pemberdayaan seperti yang dijanjikan PBS,” ungkapnya.
Lanjut dia, kalaupun akhirnya beberapa PBS menerima warga lokal menjadi karyawan, maka hanyalah karyawan biasa. Beberapa PBS tidak pernah menempatkan warga lokal pada jabatan yang cukup tinggi, jabatan hanyalah karyawan rendahan.
“Saya percaya, warga kita generasi muda lulusan perguruan tinggi ataupun SMA/SMK, memiliki sumber daya manusia yang baik. Namun kesempatan mereka menjadi karyawan beberapa PBS sepertinya dikebiri,” tegasnya.
Ia lantas mengingatkan beberapa PBS agar memberdayakan warga lokal. Dalam perekrutan karyawan hendaknya memperhatikan warga lokal. Jangan menjadikan warga lokal sebagai penonton. Warga lokal punya kemampuan menjadi pelaku pembangunan yang baik.
“Kewajiban PBS lainnya yang harus diperhatikan dan dilaksanakan adalah pemenuhan kebun plasma 20 persen dari lahan inti. Ada beberapa PBS masih mengabaikan hal ini. Kita minta mereka segera melaksanakannya,” ucapnya. (Nov/Aw)













