Pasar Kereng Pangi Perlu Penataan

H Hanafi, anggota DPRD Kabupaten Katingan.(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pasar Kereng Pangi desa Hampalit kecamatan Katingan Hilir perlu penataan dari Pemerintah Kabuparen (Pemkab) Katingan melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian setempat. Demikian yang dikatakan H Hanafi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan kepada sejumlah media, Senin (12/10/2020).

Karena, pasar terbesar diantara puluhan pasar yang ada di Katingan yang sejak Katingan masih bergabung dengan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini, sudah beberapa tahun ini sangat padat. “Sehingga, perlu pembenahan dan penataan lagi,” ujarnya.

Dengan kepadatan tersebut, selain sulitnya masyarakat setempat saat berbelanja, lingkungan pasar tersebut menurutnya menjadi pengab dan agak semraut. “Dan dikhawatirkan terjadinya kecelakaan serta hal-hal yang tidak kita inginkan,” terangnya .

Adapun solusi yang ditawarkan legislator Parpol berlambang Ka’bah ini, dalam melakukan penataan pasar tersebut bisa dibangun lagi sejumlah blok-blok tempat berdagang (berjualan). Sedangkan lahannya masih di sekitar pasar tersebut, dengan luasan cukup lumayan. 

Sedangkan untuk anggarannya, meskipun kita ketahui saat ini Katingan masih terbatas dalam urusan dana, namun dirinya meminta kepada Pemkab melalui instansi terkait agar tidak hanya berharap dana yang ada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Katingan saja. “Tapi, bisa melakukan lobi-lobi ke Kementerian terkait,” tegasnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan bahwa pasar Kereng Pangi ini, selain lengkap berbagai jenis dagangan, dari sandang, pangan dan papan. Bahkan, perhiasan emas, berlian dan perak, juga merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi dari desa-desa dan kecamatan lainnya.

“Namun sayangnya, sejak Katingan menjadi Kabupaten pada tahun 2002 silam hingga sekarang belum terlihat penataan maksimal,” tandas anggota dewan asal dapil I yang meliputi wilayah kecamatan Katingan Hilir, Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan ini. (Kas/Lsn)

image_print

Pos terkait