Komisi II DPRD Kalteng saat meninjau pelaku UMKM wilayah Kabupaten Katingan belum lama ini. (Media Dayak/Dok DPRD)
Palangka Raya, Media Dayak
Ketua Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Lohing Simon, optimalisasi pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat bahkan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Untuk itu, jajaran DPRD Kalteng mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan optimalisasi pemberdayaan UMKM yang dikelola masyarakat.
“Kita dari Komisi II sangat mendukung bahkan mendorong agar Pemerintah bisa melaksanakan optimalisasi pemberdayaan UMKM di Kalteng. Karena potensi Kalteng dari segi pengembangan produk khas daerah sangat tinggi. Dimana hal tersebut juga didukung dengan hasil alam yang melimpah,” ucapnya, di gedung DPRD Kalteng, Kamis (18/2/2021).
Lohing Simon juga mengatakan, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Katingan beberapa waktu lalu, Komisi II DPRD Kalteng melihat potensi besar untuk mengembangkan produk khas daerah.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya ini mencontohkan aneka produk olahan berbahan rotan, baik meubelair hingga kerajinan berupa tas, tikar dan lain-lain termasuk produk makanan ringan khas daerah seperti,dodol durian, aneka manisan berbahan buah lokal, keripik pisang dan singkong.
“Potensi inilah yang harus bisa dijadikan peluang oleh pemerintah, untuk mengembangkan UMKM kita. Salah satunya seperti UMKM yang berada di Kabupaten Katingan. Sehingga perlu adanya koordinasi dan sinkronisasi antara Pemkab dan Pemprov Kalteng agar potensi tersebut bisa tergali secara optimal,” terangnya.
Optimalisasi tersebut, katanya melanjutkan, tentunya tidak luput dari permasalahan yang harus dihadapi bersama-sama. Seperti menurunnya penjualan produk UMKM karena dampak dari pandemi covid-19.
Dia mengatakan menurunnya tingkat penjualan produk UMKM akibat pandemi covid-19, harus menjadi perhatian bersama. Sehingga Komisi II meminta agar stakeholder terkait yaitu pemerintah, melakukan trobosan strategi pemasaran.
“Seperti membiasakan pelaku usaha untuk memasarkan produknya dengan memanfaatkan sistem E-Commerce atau penjualan secara daring, agar penjualan produk lebih luas dan praktis,” tutup nya berharap.(Ytm/ Lsn)













