Oleh: Aurelia Sukmawati)* Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan pemerintah sejak 10 Februari 2025 menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi Indonesia sehat. Dengan capaian Selengkapnya
Oleh : Rio Kriswana, S.AP., M.M., CRGP., CRM Adanya Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50% menjadi salah satu kebijakan ekonomi yang paling mengejutkan pasar. Di tengah ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap bertahan, keputusan ini mengirimkan sinyal bahwa Bank Indonesia melihat adanya risiko yang perlu segera diantisipasi. Bagi sebagian masyarakat, kenaikan suku bunga identik dengan naiknya bunga kredit, cicilan yang lebih mahal, dan potensi perlambatan ekonomi. Sementara bagi pelaku pasar, keputusan ini dianggap sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan kepercayaan investor. Melihat hal itu, juga mendapat perhatian dari Ekonom Kalteng, Rio Kriswana, S.AP., M.M., CRGP., CRM, yang mana melihat lebih dalam mengenai BI Rate naik atau turun, dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi sehingga Bank Indonesia merasa perlu mengambil langkah tersebut. “Tentu hal ini menjadi perhatian kita bersama. Melihat lebih jauh apa yang terjadi. Perlu kajian kajian mendalam terutama dalam potensi perubahan ekonomi nasional hingga lokal,” katanya. Dijelaskan ekonom muda asal Pangkalanbun, Kobar ini, dimana dunia sedang Berubah Lebih Cepat dari yang disadari. Dimana saat ini perekonomian global berada dalam kondisi yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik di berbagai kawasan, potensi gangguan rantai pasok dunia, fluktuasi harga energi, hingga penguatan dolar Amerika Serikat telah menciptakan tekanan terhadap banyak negara berkembang. Dalam kondisi seperti ini, investor global cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman. “Akibatnya terjadi perpindahan modal dari negara berkembang menuju instrumen yang dianggap memiliki risiko lebih rendah. Tekanan tersebut kemudian berdampak pada nilai tukar, arus modal, hingga stabilitas pasar keuangan domestic,” katanya. Melihat situasi global ini, tambah pria yang juga Alumni Lemhanas Angkatan II tahun 2024 ini, Bank Indonesia berusaha bertindak lebih cepat melalui instrumen suku bunga, dengan BI menaikan Rate. Dari analisi itulah, tambah Rio, secara sederhana, kenaikan BI Rate bertujuan untuk Menjaga stabilitas rupiah, Menahan tekanan inflasi, Menjaga kepercayaan investor, Menstabilkan pasar keuangan. “Logikanya cukup sederhana. Ketika suku bunga naik, Deposito menjadi lebih menarik. Obligasi menjadi lebih menarik. Investor lebih tertarik menempatkan dananya di Indonesia. Tekanan terhadap rupiah dapat berkurang. Inflasi impor dapat lebih terkendali. Dari sudut pandang stabilitas jangka pendek, langkah ini dapat dipahami,” sebut Rio. Namun pertanyaannya, lanjut Rio, Apakah ini solusi atau hanya penahan guncangan sementara? Rio mengatakan, fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat, namun juga Jika melihat data makro secara umum, Indonesia sebenarnya masih memiliki fondasi ekonomi yang cukup baik, dimana Pertumbuhan ekonomi relatif stabil, Inflasi masih terkendali, Perbankan nasional masih sehat, pehitungan Cadangan devisa masih cukup kuat, Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi. “Indonesia juga memiliki modal besar berupa sumber daya alam, bonus demografi, dan program hilirisasi yang terus berjalan. Namun fundamental yang kuat tidak berarti kebal terhadap tekanan eksternal. Meskipun demikian, Masalah utama yang masih menjadi perhatian adalah tingginya sensitivitas pasar terhadap arus modal global dan sentimen investor internasional. Artinya, meskipun kondisi ekonomi domestik cukup baik, tekanan dari luar negeri tetap dapat memberikan dampak yang signifikan, sehingga juga dampaknya terhadap IHSG, “sebutnya. Ditegaskan pria yang memiliki sertifikasi penguji perbankan tersebut, kenaikan BI Rate biasanya menjadi sentimen yang kurang disukai pasar saham dalam jangka pendek. Ketika bunga naik, Biaya pinjaman perusahaan meningkat, Ekspansi bisnis menjadi lebih mahal, Konsumsi masyarakat berpotensi melambat, Investor memiliki alternatif investasi yang lebih menarik di deposito atau obligasi. “Akibatnya, IHSG sering kali mengalami tekanan sesaat setelah kenaikan suku bunga diumumkan. Namun penting dipahami bahwa pasar saham dan ekonomi riil tidak selalu bergerak searah. IHSG bergerak berdasarkan ekspektasi. Sedangkan ekonomi riil bergerak berdasarkan produktivitas. Selengkapnya
BERITA UTAMA
Kategori: OPINI
Pemerintah Pastikan Program Cek Kesehatan Gratis Mudah Dijangkau
Oleh : Gavin Asadit )* Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui peluncuran Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini dirancang Selengkapnya
Koperasi Desa Merah Putih Langkah Nyata Kemandirian Ekonomi Kerakyatan
Oleh : Dirandra Falguni )* Di tengah dinamika ekonomi nasional dan tantangan global yang kian kompleks, pemerintah bersama masyarakat desa kini mulai membangun sebuah pondasi Selengkapnya
Bangkitkan Semangat Siaga TBC Demi Negeri Sehat dan Kuat
Oleh: Mayangsari Nindi )* Penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi momok bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Meski telah ditemukan ribuan tahun lalu dan obatnya tersedia secara luas, Selengkapnya
Apresiasi Tinggi Masyarakat Atas Penangkapan Sindikat Judi Daring Jaringan Kamboja
Oleh : Muhammad Putra Penangkapan dua anggota sindikat judi daring jaringan Kamboja oleh Direktorat Siber Polda Jawa Barat menuai apresiasi luas dari masyarakat. Langkah tegas Selengkapnya
Pemerintah Prioritaskan Layanan Prima bagi Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas
Oleh : Ricky Rinaldi Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan keseriusannya dalam memberikan pelayanan optimal kepada jamaah haji Indonesia, terutama kepada mereka yang tergolong Selengkapnya
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Kunci Sukses Swasembada Pangan
Oleh Heriza Sativa )* Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menandai babak baru dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Dalam waktu yang relatif singkat, berbagai program strategis Selengkapnya
Pemerintah Fokus Terapkan Strategi Jangka Menengah Tepis Narasi Pelemahan Ekonomi
Oleh : Naura Astika Di tengah dinamika global dan tantangan domestik yang semakin kompleks, pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Selengkapnya
Penghapusan Outsourcing Fokus pada Perbaikan Jaminan Pekerja
Oleh: Nur Utunissa *) Kebijakan penghapusan sistem outsourcing di Indonesia menjadi langkah monumental dalam upaya memperbaiki nasib dan jaminan para pekerja. Selama bertahun-tahun, sistem outsourcing Selengkapnya
Program MBG Tingkatkan Kualitas Gizi Anak dan Pemberdayaan UMKM
Oleh : Safira Alfi )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia Selengkapnya











