Oleh : Zainuddin Al Faruq )* Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 28 Mei 2025 menegaskan arah kebijakan luar negeri Selengkapnya
Oleh : Rio Kriswana, S.AP., M.M., CRGP., CRM Adanya Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50% menjadi salah satu kebijakan ekonomi yang paling mengejutkan pasar. Di tengah ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap bertahan, keputusan ini mengirimkan sinyal bahwa Bank Indonesia melihat adanya risiko yang perlu segera diantisipasi. Bagi sebagian masyarakat, kenaikan suku bunga identik dengan naiknya bunga kredit, cicilan yang lebih mahal, dan potensi perlambatan ekonomi. Sementara bagi pelaku pasar, keputusan ini dianggap sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan kepercayaan investor. Melihat hal itu, juga mendapat perhatian dari Ekonom Kalteng, Rio Kriswana, S.AP., M.M., CRGP., CRM, yang mana melihat lebih dalam mengenai BI Rate naik atau turun, dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi sehingga Bank Indonesia merasa perlu mengambil langkah tersebut. “Tentu hal ini menjadi perhatian kita bersama. Melihat lebih jauh apa yang terjadi. Perlu kajian kajian mendalam terutama dalam potensi perubahan ekonomi nasional hingga lokal,” katanya. Dijelaskan ekonom muda asal Pangkalanbun, Kobar ini, dimana dunia sedang Berubah Lebih Cepat dari yang disadari. Dimana saat ini perekonomian global berada dalam kondisi yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik di berbagai kawasan, potensi gangguan rantai pasok dunia, fluktuasi harga energi, hingga penguatan dolar Amerika Serikat telah menciptakan tekanan terhadap banyak negara berkembang. Dalam kondisi seperti ini, investor global cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman. “Akibatnya terjadi perpindahan modal dari negara berkembang menuju instrumen yang dianggap memiliki risiko lebih rendah. Tekanan tersebut kemudian berdampak pada nilai tukar, arus modal, hingga stabilitas pasar keuangan domestic,” katanya. Melihat situasi global ini, tambah pria yang juga Alumni Lemhanas Angkatan II tahun 2024 ini, Bank Indonesia berusaha bertindak lebih cepat melalui instrumen suku bunga, dengan BI menaikan Rate. Dari analisi itulah, tambah Rio, secara sederhana, kenaikan BI Rate bertujuan untuk Menjaga stabilitas rupiah, Menahan tekanan inflasi, Menjaga kepercayaan investor, Menstabilkan pasar keuangan. “Logikanya cukup sederhana. Ketika suku bunga naik, Deposito menjadi lebih menarik. Obligasi menjadi lebih menarik. Investor lebih tertarik menempatkan dananya di Indonesia. Tekanan terhadap rupiah dapat berkurang. Inflasi impor dapat lebih terkendali. Dari sudut pandang stabilitas jangka pendek, langkah ini dapat dipahami,” sebut Rio. Namun pertanyaannya, lanjut Rio, Apakah ini solusi atau hanya penahan guncangan sementara? Rio mengatakan, fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat, namun juga Jika melihat data makro secara umum, Indonesia sebenarnya masih memiliki fondasi ekonomi yang cukup baik, dimana Pertumbuhan ekonomi relatif stabil, Inflasi masih terkendali, Perbankan nasional masih sehat, pehitungan Cadangan devisa masih cukup kuat, Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi. “Indonesia juga memiliki modal besar berupa sumber daya alam, bonus demografi, dan program hilirisasi yang terus berjalan. Namun fundamental yang kuat tidak berarti kebal terhadap tekanan eksternal. Meskipun demikian, Masalah utama yang masih menjadi perhatian adalah tingginya sensitivitas pasar terhadap arus modal global dan sentimen investor internasional. Artinya, meskipun kondisi ekonomi domestik cukup baik, tekanan dari luar negeri tetap dapat memberikan dampak yang signifikan, sehingga juga dampaknya terhadap IHSG, “sebutnya. Ditegaskan pria yang memiliki sertifikasi penguji perbankan tersebut, kenaikan BI Rate biasanya menjadi sentimen yang kurang disukai pasar saham dalam jangka pendek. Ketika bunga naik, Biaya pinjaman perusahaan meningkat, Ekspansi bisnis menjadi lebih mahal, Konsumsi masyarakat berpotensi melambat, Investor memiliki alternatif investasi yang lebih menarik di deposito atau obligasi. “Akibatnya, IHSG sering kali mengalami tekanan sesaat setelah kenaikan suku bunga diumumkan. Namun penting dipahami bahwa pasar saham dan ekonomi riil tidak selalu bergerak searah. IHSG bergerak berdasarkan ekspektasi. Sedangkan ekonomi riil bergerak berdasarkan produktivitas. Selengkapnya
BERITA UTAMA
Kategori: OPINI
Lawatan Macron ke Indonesia Mampu Wujudkan Kolaborasi Pertahanan
Oleh Imelda Juni Sitorus )* Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada 27–29 Mei 2025 menjadi momen strategis yang menandai babak baru dalam hubungan Selengkapnya
Pemerintah Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Kebijakan Diskon Tarif Listrik
Oleh : Aulia Rachma Dalam upaya memperkuat pemulihan ekonomi nasional serta menjaga stabilitas konsumsi domestik, Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis melalui kebijakan diskon tarif listrik Selengkapnya
Pemerintah Siapkan Rp171 T Guna Pastikan Program MBG Terus Berjalan
Oleh: Silvia AP )* Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memastikan kesejahteraan dan masa depan generasi muda bangsa melalui penambahan alokasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Selengkapnya
Hadapi Serangan Siber, Pemerintah Perkuat Perisai Digital Nasional
Oleh: Frank Alex *) Ancaman siber yang semakin kompleks dan masif menuntut perhatian serius dari pemerintah Indonesia dalam menjaga ketahanan digital nasional. Di tengah laju Selengkapnya
Pemerintah Tingkatkan Sinergi Berantas Penyelundupan Demi Lindungi Ekonomi Nasional
Oleh : Ricky Rinaldi Pemerintah Indonesia terus memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam upaya memberantas penyelundupan yang merugikan negara dan mengancam industri dalam negeri. Melalui koordinasi intensif Selengkapnya
Masyarakat Kecam Tindakan Keji OPM di Intan Jaya
Oleh : Felix Jikwa Insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang telah ditetapkan pemerintah sebagai organisasi teroris di Kampung Ku Jindapa, Intan Selengkapnya
Sosialisasi Masif Digalakkan, Sejumlah Pihak Bergerak Edukasi Bahaya Judi Daring
*) Oleh : Andi Mahesa Di tengah gempuran kemajuan teknologi digital yang menghadirkan banyak kemudahan, Indonesia justru dihadapkan pada tantangan serius: maraknya praktik judi daring Selengkapnya
Pemerintah Pastikan Layanan Haji 2025 Semakin Maksimal
Oleh : Rikcy Rinaldi )* Pemerintah melalui Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas layanan ibadah haji tahun 2025. Berbagai langkah strategis telah diambil demi memastikan Selengkapnya
Pemerintah Jalankan Strategi Proaktif Demi Cegah PHK
Oleh: Dhita Karuniawati )* Dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan dinamika industri yang terus berkembang, ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi isu strategis yang perlu Selengkapnya











