Suhaily. (Media Dayak/Agustinus)
Tamiang Layang, Media Dayak
Memasuki musim hujan, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus mulai muncul di Kabupaten Barito Timur (Bartim).
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, Suhaily mengatakan bahwa sejak awal bulan januari ini kasus DBD yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bartim sebanyak 12 kasus.
“Dari jumlah itu, ada 9 yang sudah dirujuk ke RSUD Tamiang Layang, 3 lainnya kasus baru dan masih dirawat di Puskesmas,” Kata Suhaily di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bartim Rabu (15/1).
Menurutnya, 9 penderita DBD yang dirujuk ke RSUD Tamiang Layang berasal dari Telang, Jaar, Pasar Panas, Tampa, Paku, Kalamus dan Bentot.
“Kasus demam berdarah cenderung meningkat pada musim hujan, karena itu masyarakat Bartim harus meningkatkan pencegahan dengan memberantas sarang nyamuk,” imbuh Suhaily.
Dia juga mengimbau masyarakat Bartim untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas apabila mengalami demam agar lebih dini ditangani, karena dikuatirkan terjangkit DBD.
Sementara itu Sanitarian Puskesmas Bentot, Risna Wati membagikan tips 4M Plus untuk pemberantasan sarang nyamuk:
- Menguras dan menyikat bak mandi seminggu 2 kali.
- Menutup tempat penampungan air.
- Mendaur ulang dan menyingkirkan barang bekas.
- Memantau jentik nyamuk di rumah, sekitar rumah, sekolah, kampus, kantor/tempat kerja, tempat usaha.
- Memberantas jentik nyamuk dengan memberikan oli bekas di tempat genangan air karena jentik hidup di permukaan air jadi dengan oli yang ada di permukaan jentik nyamuk tidak bisa hidup.
“Untuk menghindari gigitan nyamuk, pasang kawat strimin di ventilasi rumah, gunakan lotion anti nyamuk yang aman, tidur menggunakan kelambu, tanam tumbuhan pengusir nyamuk di sekitar rumah seperti lavender, zodia, sereh wangi,” pungkas Risna Wati. (Rhf/Lsn)












