Ketua Resort GKE Tewah Pdt. Agus Widya Cahyadi bersama sejumlah jemaat dan pengurus Resort GKE Tewah menyerahkan bantuan kepada warga terdampak musibah kebakaran di Kelurahan Tewah, Senin (16/3/2026). Puing-puing 11 rumah warga RT 004 Kelurahan Tewah, korban kebakaran,Jumat (13/3/2026).(Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Kepedulian ditunjukkan Majelis Jemaat (MJ) Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Resort Tewah terhadap korban musibah kebakaran di RT 004 Tumbang Ampit, Kelurahan Tewah, Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 16.48 WIB. Dalam peristiwa memilukan itu, sebanyak 11 kepala keluarga (KK) terdampak, termasuk 5 KK yang merupakan warga jemaat GKE Tewah.
“Sebagai bentuk solidaritas dan tanggung jawab sosial, bantuan dari Majelis Jemaat GKE Tewah telah disalurkan langsung ke posko pengungsian. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga dukungan moral bagi para korban yang tengah menghadapi masa sulit,” ungkap Ketua Resort GKE Tewah Pdt. Agus Widya Cahyadi dalam siaran persnya, Rabu (18/3/2026)
Dalam keterangannya Agus menyampaikan, bantuan yang dihimpun merupakan wujud spontanitas dan kepedulian dari seluruh jemaat.
“Bantuan yang diberikan adalah bentuk kasih dan kepedulian jemaat kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Semua ini dikumpulkan secara spontan oleh warga jemaat GKE Tewah,” ucapnya.
Dia menjelaskan, bantuan yang disalurkan meliputi uang tunai sebesar Rp.12.250.000, paket sembako, 12 karung beras masing-masing 5 kilogram, pakaian layak pakai, satu pack minyak goreng, empat dus mie instan, hingga sumbangan tambahan berupa enam buah semangka dan kue kering dari jemaat.
Agus menyebutkan, berdasarkan informasi yang didapatnya, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu rumah yang saat itu dalam kondisi kosong karena pemiliknya tidak berada di tempat. Api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain, menyebabkan kerugian besar bagi warga.
Menyikapi kejadian tersebut, Agus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dalam menggunakan listrik. Gunakanlah dengan bijak. Jika hendak keluar rumah atau bepergian, pastikan semua peralatan listrik, termasuk charger, dalam kondisi mati. Ini penting demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Agus juga berharap para korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong membantu sesama.
“Musibah ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik harus menjadi perhatian bersama, sekaligus menegaskan bahwa solidaritas sosial tetap hidup dan kuat di tengah masyarakat Kelurahan Tewah,” pungkas Agus.(Nov/Aw)











