Meski Ramadhan Sudah Berjalan 19 Hari, Masyarakat Masih Tetap Penuhi Masjid Al Ghufron 

Ratusan masyarakat Kasongan dan sekitarnya saat melaksanakan sholat teraweh berjamaah, Mingguan malam (8/3/2026)  di Masjid Jami Al Ghufron – Kasongan.(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak 

 
 Meski bulan Ramadhan 1447 H/2026 M sudah bejalan 19 hari, namun masyarakat/jamaah, baik muslim maupun muslimat masih memenuhi masjid Jami Al Ghufron yang beralamat di jalan Tjilik Riwut KM 4,5 Kasongan tersebut dengan niat untuk berbuka puasa hingga sholat Teraweh. “Hal ini terlihat saat masyarakat yang berbuka puasa, di sore hari  diperkirakan sekitar 300 orang, sejak 1 hingga 19 Ramadhan 1447 H,” kata ketua Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al Ghufron – Kasongan, Edy Rahmad Sosiawan, yang diungkapkannya kepada awak media, Minggu malam (8/3/2026) kemaren. 

Bukan saat buka bersama (bukber) puasa di setiap petang saja, tapi,  saat sholat Maghrib dan Isya berjamaah, serta sholat Taraweh menurut Edy Rahmad Sosiawan, juga cukup banyak, meskipun ada  beberapa shaf yg berkurang di bagian selasar Masjid Jami Al Ghufron tersebut. 

Bacaan Lainnya

“Intinya, jamaah baik internal, kaum muslimin dan muslimat yang berada di Kasongan maupun para musafir dari luar daerah masih terlihat antusias untuk memakmurkan Masjid Jami Al Ghufron selama bulan suci Ramadhan yang penuh berkah di tahun 1447 Hijriah ini,” terang Edy Rahmad Sosiawan yang juga menjabat sebagai ketua FKUB Kabupaten Katingan ini. 

Di tempat yang sama, bendahara  DKM Jami’ Al-Ghufron Kasongan, Hendra Lesmana, dalam keterangannya menyampaikan, bahwa kegiatan ibadah berjamaah di masjid selama Ramadhan tahun ini berjalan dengan baik dan tetap ramai dihadiri jamaah, tanpa kendala berarti. “Hal ini berkat kerjasama antar semua pengurus dan relawan Jum’at Berkah Masjid Jami Al Ghufron selama ini,” kata Hendra Lesmana. 

Dengan demikian, dirinya mengucapkan rasa bersyukurnya kepada Allah SWT. Karena, selama bulan Ramadhan ini Masjid Jami Al Ghufron ini bukan hanya digunakan untuk sholat berjamaah lima waktu dan sholat Taeraweh saja, tapi digunakan pula untuk berbagai jenis kegiatan keagamaan (IsIam) lainnya. Diantaranya, tadarus Al-Qur’an serta pengajian anak ceria yang dilaksanakan pada sore hari. 

Selain itu, lanjutnya, juga rutin mengadakan tausiyah atau kultum setiap pekan, yang digelar setiap Kamis malam (malam Jum’at) sebelum pelaksanaan sholat Tarawih dengan mengundang ketua,MUI Katingan H. Al Muzahidin dan Ustadz dari Kota Palangka Raya. “Dia orang Ustadz ini sengaja dijadwalkan secara bergantian setiap malam Jum’at,” ujarnya, seraya berjanji kegiatan ini akan dilanjutkan hingga di hari terakhir Ramadhan 1447 H nanti. . (Kas/Lsn)  

 
image_print

Pos terkait