Ketua PWI Gumas Popy Oktovery. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Masyarakat Kabupaten Gunung Mas (Gumas) diimbau tak mudah percaya berita hoaks (palsu). Masyarakat diminta lebih selektif dalam mencari referensi berita yang akurat. Kedewasaan masyarakat dalam mem filter berita sebuah keniscayaan.
Hal itu disampaikan ketua PWI Gumas Popy Oktovery dalam keterangan tertulisnya kepada mediadayak.id, Senin (15/2).
“Saya harap masyarakat bisa memahami perbedaan berita karya jurnalistik dan yang bukan karya jurnalistik. Tidak semua berita yang tersebar di internet adalah karya jurnalistik. Masyarakat jangan mudah percaya berita hoaks, apalagi disebarluaskan, terlebih jika berita itu dapat memecah persatuan dan kesatuan,” tutur Popy.
Popy menjabarkan, jika mengacu pada kaidah dan etika jurnalistik, setiap pemberitaan yang diterbitkan perusahaan pers harus bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Berbeda dengan tulisan yang menjurus pada opini pribadi maupun berita palsu, yang memang sengaja disebar untuk menimbulkan keresahan dan tujuan negatif lainnya.
Jika informasi dalam suatu pemberitaan itu faktual, sejatinya penulis wajib melampirkan berbagai jenis bukti, baik itu foto/gambar, rekaman suara atau video/visual pada setiap pemberitaannya.
“Yang wajib dalam karya jurnalistik adalah dicantumkannya identitas narasumber. Jika menemukan berita tanpa identitas narasumber yang jelas, pembaca patut mewaspadainya,” pesan dia.
Lanjut Popy, maraknya aktivitas wartawan gadungan dan pemberitaan palsu di Gumas, PWI Gumas 2020 telah menjalankan program pengenalan jurnalistik ke berbagai Desa di Gumas.
“Program ini telah menyasar beberapa Desa di Kecamatan Kurun, Tewah dan Mihing Raya. Tahun ini akan kita lanjutkan, dengan menyasar desa – desa di daerah ini. Tujuannya supaya masyarakat dan pemerintah Desa/Kecamatan mengetahui apa saja tugas pokok dan fungsi wartawan,” ujarnya.
Melalui program pengenalan jurnalistik, masyarakat Gumas diharap mampu menyadur berbagai informasi palsu, membedakan wartawan profesional dan tidak, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi yang mencerdaskan.
“Kegiatan nantinya diharapkan dapat menekan pemberitaan hoaks. Meningkatkan wawasan serta kesadaran masyarakat untuk tidak mudah dipecah belah oleh berita palsu,” pungkas Popy. (Nov/Aw)













