Mantap, Labkesda Bisa Tambah PAD Barito Utara

SAMPAIKAN ARAHAN- Tim pembimbing Akreditasi Labkes Kementerian Kesehatan drg Irfan Arifin saat memberikan arahan di depan peserta Labkesda di aula Bappedalitbang, Senin (18/10).(Media Dayak:Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Usai melaksanakan bimbingan Akreditasi Lakesda di Kabupaten Seruyan, tim pembimbing akreditasi laksda Kementerian Kesehatan RI melanjutkan pembimbingan di Unit Pelaksana Tenis (UPT) Laboratorium Kesehatan  Kabupaten Barito Utara (Labkesda Barut).

Tim pembimbing Akreditasi Labkes Kementerian Kesehatan drg Irfan Arifin saat memberikan arahan di depan peserta Labkesda di aula Bappedalitbang, Senin (18/10) mengatakan, untuk pelaksanaan survey untuk tahun ini kemungkinan tidak dilaksanakan dikarenakan surat edaran Menteri belum di cabut. “Jadi akan di laksanakan di tahun depan,” ujarnya.

“Tujuan kami datang kesini akan membantu teman-teman Lab bekerja dalam menyiapkan akreditasi labolarorium dimana nanti ada bimbingan I dan bimbinghan II, ada pra survey, kemudian survey akreditasi,” kata drg Irfan Arifin M Kes.

Dikatakan Irfan Arifin, melalui lapkes untuk mengusulkan pengacuan survey untuk tahun depan melalui DAK. “Mumpung belum di tutup, dan di tutup pada tanggal 30 Okrober 2022 untuk usulan DAK non fisik dan mohon dimasukkan usulan surveynya,” kata Irfan.

Lebih lanjut diungkapkannya, walaupun di tahun ini ada dana survey, tetapi teryata surat edaran tersebut belum di cabut. “Jadi kemungkinan kecil tahun ini diadakan survey di seluruh Indonesia termasuk puskesmas, dan rumah sakit juga dilaksanakan karena surat edarannya belum di cabut oleh Menteri,” ungkapnya.

Dia mengharapkan, lapkes ini nantinya setelah di akreditasi bisa melangkah lebih maju lagi karena di daerah Barito Utara ini banyak berdiri perusahaan-perusahaan tambang dan juga perusahaan sawit.

“Untuk itu kita bisa kembangkan untuk pemeriksaan lingkungan dan kalau untuk klinisnya mengikuti. Kalau lingkungannya maju, kita bisa masuk ke fasilitasi dan bisa tarik medikal check-upnya untuk tenaga-tenaga yang diperusahaan itu,” ujarnya.

Irfan Aripin juga mengharapkan dengan adanya akreditasi itu akan meningkatkan kinerja labkes, entah itu dari segi pepormennya maupun dari segi pendapatan. “Karena hampir sebagian besar rata-rata setelah di akreditasi pendapatannya itu naik sampai tiga kali lipat dari pandapatan sekarang,” kata dia.

Dia mencontohkan dari dari Kabupaten Legak itu, sebelum di akreditasi pendapatannya hanya sebesar Rp50 juta per tahun, tapi setelah di akreditasi pendapatannya meningkat mencapai Rp 200 hingga Rp300 juta per tahunnya,” kata Arifin.

Dengan adanya akreditasi itu akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Karena kepercayaan, terutama untuk lingkungan biasanya menanyakan sudah terakreditasi atau belum,” jelasnya.

Dengan sudah terakreditasinya labkes, kita bisa masuk ke tambang-tambang yang dilakukan pemeriksaan secara rutin air limbahnya, udaranya, bahkan untuk kelapa sawit baik air tabu, air limbah, kebisingan suara dan sebagainya itu adalah target kita untuk kesana,” kata dia lagi.

Ia menambahkan, tujuannya bukan hanya taktis-taktis saja tetapi bagaimana untuk menjaga kesehatan lingkungan itu terpenuhi di wilayah kerjanya sehingga masyarakat di Barito Utara betul-betul sehat karena efek samping dengan adanya perusahaan atau pabrik adalah pencemaran lingkungan yang terdampak pada kesehatan.(lna/Aw)

image_print

Pos terkait