Lomba Kreasi Pangan Lokal B2SA, Tumbuhkan Kreatifitas dan Membuat Olahan Pangan yang Menarik

Sekda Gumas Richard didampingi Kadis PKP Eigh Manto, Asisten I Lurand dan Asisten III Letus Guntur bersama juara lomba Kreasi Pangan Lokal B2SA (atas). Staf Ahli Bupati bidang Ekobang Guanhin didampingi Kadis PKP Eigh Manto saat meninjau salah satu menu peserta lomba Kreasi Pangan Lokal B2SA (bawah). (Media Dayak/Novri JKH)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi terwujudnya sumber daya manusia [SDM] yang berkualitas adalah konsumsi pangan. Kualitas SDM dipengaruhi oleh status gizi yang baik.

Melalui lomba Kreasi Pangan Lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), diharapkan dapat  menumbuhkan kreatifitas dan inovasi dalam membuat olahan pangan yang menarik, memiliki cita rasa tinggi dan bernilai gizi baik serta dapat diterapkan dalam menu konsumsi keluarga sehari-hari.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Gunung Mas (Gumas) Richard pada sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati bidang Ekobang Guanhin kala membuka Lomba Kreasi Pangan Lokal B2SA tingkat Kabupaten Gumas yang digagas Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Gumas Bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Gumas di Aula Hambit Bintih Gedung Christian Center Jalan Yos Sudarso Kuala Kurun, Rabu (9/10/2024).

“Melalui kegiatan ini, mensosialisasikan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Pemanfaatan pangan lokal untuk konsumsi secara berkelanjutan dan menumbuhkan adanya potensi pangan lokal disetiap daerah,” kata Guanhin.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu berharap, melalui lomba kreasi pangan lokal B2SA nantinya akan banyak muncul ide-ide kreatif dari ibu-ibu PKK dalam mengolah pangan lokal non beras dan non terigu sebagai sumber karbohidrat untuk menu keluarga.

“Melalui lomba ini juga menyosialisasikan bahwa sumber karbohidrat tidak hanya beras dan terigu, tetapi ada sumber karbohidrat lain yang dapat dikonsumsi seperti ubi jalar, ubi ungu, uwi ungu, jagung, ganyong, jelei dan lain-lain. Saat ini kita diharapkan bisa mencari alternatif lain selain beras sebagai sumber karbohidrat [penganekaragaman pangan],” terangnya.

Dia menyebut,penganekaragaman pangan adalah upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman berbasis pada potensi sumber daya lokal.

“Tim Penggerak PKK kita harapkan selalu menyosialisasikan gerakan konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman kepada Tim Penggerak PKK kecamatan/desa/kelurahan dan masyarakat,” tukasnya.

Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan (PKP) Gumas Eigh Manto pada laporannya menyampaikan, tujuan diselenggarakannya lomba Kreasi Pangan Lokal B2SA adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA, meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan prinsip B2SA, dan mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu B2SA berbasis sumberdaya lokal.

“Melalui kegiatan ini diharapkan penganekaragaman konsumsi pangan melalui konsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman dapat diaplikasikan di masyarakat khususnya keluarga. Keluarga dapat membuat dan menyajikan menu keluarga yang beragam, bergizi seimbang dan aman berbasis pangan lokal,” ungkap Eg panggilan akrabnya.

Tim juri kegiatan, dari TP PKK Gumas, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah dan Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kabupaten Gumas.

Adapun hasil lomba Kreasi Pangan Lokal B2SA, keluar sebagai juara 1 TP PKK Kecamatan Kurun, juara 2 TP PKK Kecamatan Rungan Hulu dan juara 3 TP PKK Kecamatan Rungan.

Juara harapan 1 TP PKK Kecamatan Manuhing, juara harapan 2 TP PKK Kecamatan Kahayan Hulu Utara (Kahut) dan juara harapan 3 TP PKK Kecamatan Miri Manasa. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait