Anggota DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (IV) Ina Prayawati saat melakukan reses perorangan ke wilayah Barito dan sekitarnya belum lama ini. (Media Dayak/dok DPRD Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
Permasalahan infrastruktur dan perekonomian di pelosok, masih mendominasi usulan maupun aspirasi yang disampaikan masyarakat, saat kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan reses ke daerah beberapa waktu lalu.
Seperti yang disampaikan masyarakat Desa Penang, Kecamatan Dusun Utara, masyarakat Desa Mabuan dan Desa Hilir Siper, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) kepada anggota DPRD Kalteng dari Daerah Pemilihan (IV) Ina Prayawati, saat melaksanakan reses perorangan ke wilayah setempat.
“Ada beberapa desa yang saya datangi saat melaksanakan reses perorangan ke Barsel. Diantaranya, Desa Penang, Desa Mabuan dan Hilir Siper, dimana masyarakat mengusulkan peningkatan infrastruktur, sapras pendidikan, kesehatan, serta perekonomian,” ucap Ina, Jum’at (9/4/2021).
Dikatakan Ina, salah satu aspirasi menarik yang disampaikan masyarakat Hilir Siper yaitu adanya harapan agar pemerintah memantau harga gas Elpiji 3 kg, yang saat ini melambung tinggi di pelosok.
“Masyarakat Hilir Siper berharap pemerintah memantau harga gas elpiji 3 kg yang saat ini mengalami inflasi serta kelangkaannya, jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) karena tidak adanya kesepakatan harga. Hendaknya pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bisa mematok HET diwilayah pelosok. Mengingat warga sangat bergantung pada gas elpiji 3 kg,” ujarnya.
Sementara itu, usulan lain yang disampaikan masyarakat khususnya di Desa Mabuan yaitu pemerintah diminta untuk menggencarkan pelatihan keterampilan pada kaum perempuan, mengingat banyaknya kaum perempuan yang tidak memiliki pekerjaan di wilayah setempat.
“Usulan lainnya datang dari Desa Mabuan, yaitu masyarakat khususnya kaum perempuan berharap pemerintah mengadakan pelatihan-pelatihan keterampilan karena banyaknya kaum perempuan yang tidak memiliki pekerjaan dan hanya menggantungkan hidupnya dari penghasilan suami,” ungkapnya.
Kemudian, ibu-ibu rumah tangga di Desa Mabuan, sambung Ina, sebenarnya sudah memiliki keterampilan berupa menganyam rotan. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah minimnya bahan baku untuk pembuatan anyaman.
“Sehingga hal ini diharapkan bisa mendapat perhatian dari pemerintah melalui dinas/instansi terkait, dengan mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta membantu ketersediaan bahan baku,” ujarnya
Pada sisi, ditambahkan Ina, masyarakat Desa Penang mengusulkan bantuan pertanian berupa bibit Kelapa Sawit dan bantuan Perikanan berupa tambak, dalam rangka mendorong meningkatan perekonomian masyarakat yang notabenenya petani dan nelayan.
“Untuk Desa Penang, masyarakat berharap adanya bantuan bibit kelapa sawit dan tambak, dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat yang terdampak covid-19. Aspirasi dan usulan ini tentunya akan saya sampaikan ke pemerintah khususnya dinas/instansi terkait agar bisa direalisasikan,” pungkas Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini. (Ytm/Lsn)












