Legislator : Pendataan Bansos dan Peserta Pemilu Memiliki Konteks Yang Berbeda

Y. Freddy Ering

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Khusus (Pansus) pengawasan anggaran Corona Virues Disease 2019 (COVID-19) dan tim pengawasan Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Y. Freddy Ering menegaskan, antara data penerima Bansos bagi masyarakat terdampak COVID-19 dan data Pemilihan Umum (Pemilu), memiliki perbedaan mekanisme dan klasifikasi

Menurutnya, untuk data pemilih pada Pemilu didata berdasarkan umur dan kejelasan domisili berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang kemudian dimasukan dalam satu data sekaligus. Sedangkan untuk data penerima Bansos sendiri terbagi menjadi beberapa Klasifikasi, dalam arti ada jenis Bansos yang masuk dalam segmen tertentu. Salah satunya seperti Program Keluarga Harapan yang diberikan untuk keluarga miskin dan Bantuan Sosial Tunai (Bansos).

“Memang pada dasarnya, pendataan antara peserta Pemilu dan penerima Bansos memiliki  konteks yang berbeda, kalau untuk Bansos ada Klasifikasi yang masuk dalam segmen tertentu. Hanya mungkin karena terkendala waktu, koordinasi maupun Standar Operasional Pelayanan (SOP), akhirnya pendataan bagi masyarakat yang menerima Bansos tidak bisa berjalan seperti yang diharapkan,” ucap Freddy, saat dibincangi Mediadayak.id, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Rabu (20/05/2020).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini juga berharap agar ke depannya, data masyarakat khususnya penerima Bansos bisa terus di up date, sehingga tidak ada Bansos yang tumpang-tindih dalam arti Bansos tersebut bisa disalurkan secara merata kepada masyarakat terdampak COVID-19.

“Kita mengapresiasi yang dalam hal ini Dinas Sosial dalam menyalurkan Bansos kepada masyarakat terdampak COVID-19 serta dari segi up date pendataan. Hanya mekanisme penyalurannya saja yang perlu perumusan lebih jelas, untuk menghindari penyelewengan atau penyimpangan. Dan kita juga berharap agar data tersebut bisa terus di up date agar Bansos yang dibagikan tidak tumpang-tindih,” pungkas Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) perjuangan ini.(Nvd)

image_print

Pos terkait