Legislator : Masalah Kebakaran Lahan Dan Kabut Asap Jangan Kambinghitamkan Petani

Syahrudin Durasid

Syahrudin Durasid

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

      Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengaj(Kalteng),meminta kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Bumi Tambun Bungai,agar tidak menyalahkan Petani atas insiden kebakaran lahan yang saat ini tengah terjadi diberbagai titik dan berdampak pada terjadinya Kabut Asap.

Menurut anggota DPRD Kalteng, Syahrudin Durasid, tidak sedikit para petani khususnya petani Ladang, yang disalahkan atau di Kambinghitamkan petani terkait pekatnya kabut asap di Provinsi ini. Padahal hal tersebut belum tentu perbuatan petani.

“Terjadinya kebakaran lahan di sejumlah titik,belum tentu dilakukan petani. Bisa saja oknum-oknum tertentu yang hanya ingin membersihkan lahannya dengan biaya murah dan mudah,”Ucap Syahrudin, saat dibincangi Media ini, di gedung Dewan, jalan S.Parman, Selasa (6/8) kemarin.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan(Dapil)Kalteng II,meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur(Kotim)dan Seruyan ini juga mengatakan,petani di Kalteng memiliki banyak pertimbangan dalam membersihkan lahan dengan cara dibakar. Apabila pun melakukannya pasti dijaga dan lahannya tidak begitu luas. Bahkan aparat kepolisian sangat perlu untuk menyelidiki secara serius lahan-lahan yang telah dan sedang terbakar. Apalagi aparat kepolisian mengindikasikan kebakaran lahan yang semakin banyak terbakar, akibat ulah sekelompok orang dan disabotase.

“Aparat kepolisian sangat perlu untuk menyelidiki secara serius lahan-lahan yang telah dan sedang terbakar. Apalagi aparat kepolisian mengindikasikan kebakaran lahan yang semakin banyak terbakar, di sejumlah lahan akibat sabotase, harus dicari apa modusnya, dan siapa oknumnya. Jangan hanya berasumsi. Harus diselidiki betul-betul,”Tandasnya

Selain itu, dirinya mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar. Sebab, sekarang ini kondisi Kalteng, khususnya Palangka Raya sedang mengalami kabut asap yang mulai pekat.Bahkan kabut asap ini tidak hanya mengganggu aktivitas seluruh lapisan masyarakat, tapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan. Ditambah lagi, informasinya musim kemarau sekarang ini relatif kering dan hujan belum akan turun dalam waktu dekat.

“DPRD Kalteng memang sekarang ini sedang membahas rancangan peraturan daerah yang diperbolehkannya petani membersihkan lahan dengan cara dibakar. Tapi, cara itu tetap memberikan berbagai persyaratan, dan melihat kondisi. Bukan asal membakar. Raperda itu pun kan belum ditetapkan menjadi perda dan masih dalam pembahasan,”Pungkas Politisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.(Nvd)

image_print

Pos terkait