Kepala Disbudpar Kalteng Guntur Talajan (tengah) didampingi pejabat terkait Disbudpar menunjukkan beberapa piagam penghargaan yang di terima oleh Disbudpar Kalteng selama pemerintahan Gubernur H Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng Habib Said bin Yahya, Jumat (18/10).(Media Dayak/Yanting)
Palangka Raya, Media Dayak
Dimasa kepemimpinan Gubernur provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Habib Said bin Yahya, Kalteng Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Kuat (Berkah) dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir kunjungan wisatawan ke Kalteng meningkat drastis.
Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Guntur Talajan saat menggelar pres conference dengan awak media di aula kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Jumat (18/10).
Guntur menyebut, dari awal tahun 2017 sampai dengan 31 Agustus 2019 sudah mencapai 66.436 orang yang berkujung ke Kalteng, “Dan belakang ini terus meningkat yang berdatangan ke Kalteng, sehingga kunjungan pariwisata ini telah melebihi target yang ditetapkan,” beber Kadisbudpar Kalteng.
Disebutkan, upaya pemerintah Provinsi Kalteng dalam menggali pendapatan dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian melalui sektor pariwisata yang memiliki potensi yang cukup beragam dan tersebar 13 kabupaten dan 1 kota.
“Disamping itu dilakukan penyelenggaraan sebagai event-event kepariwisataan di Provinsi Kalteng, pada tahun 2019 ini Kalteng terpilih 2 (dua) event yang masuk dalam Calender of Event (CoE) 2019, yakni Festival Budaya Isen Mulang dan Festival Babukung yang di gelar di Nanga Bulik Kabupaten Lamandau,” paparnya.
Guntur kembali memaparkan, dari 181 kalender event di provinsi Kalteng yang terdiri dari 13 Kabupaten dan 1 Kota, ada 2 (dua) kalender event dunia, salah satu wonderful sail to Indonesia yang di gelar di Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat.
Tidak dipungkiri, ujar Guntur menegaskan, keadaan Kalteng yang sangat kondusif, masyarakat yang ramah, memiliki falsafah Huma Betang, rukun, damai, ramah tamah dan termasuk keterbukaan, sehingga membuat siapa saja bisa berkunjung ke Kalteng. “Apalagi seperti kota Palangka Raya yang memiliki motto kota cantik, dan jauh dari bencana alam,” imbuhnya.
Sedangkan untuk implementasi dan capaian prestasi/kinerja kegiatan yang di capaian untuk tahun 2017 Disbudpar Kalteng telah mencetak Rekor Muri pada tahun 2017 yaitu Tari Manasai Masal dengan peserta terbanyak di Kota Palangka Raya, tercatat juga beberapa prestasi yang diraih yaitu juara umum tingkat Regional Kalimantan Festival Pesona Budaya Borneo di Jakarta serta ada banyak prestasi yang diraih Disbudpar Kalteng dalam kurun waktu 3 tahun pemerintah Sugianto Sabran-Habib Said Ismail bin Yahya.
Guntur menambahkan, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, Pemerintah provinsi Kalteng dalam pengembangan wisata alam dan susur sungai meningkat, seperti di Taman Nasional Sebangau, Taman Nasional Tanjung Puting, Susur Sungai Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting serta meningkatnya kunjungan masyarakat lokal ke dermaga wisata kereng bangkirai kawasan sebangau akhir-akhir ini.
Guntur juga, mendorong pemerintah kabupaten/kota melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Daerah untuk memperbanyak calender event daerah masing-masing, dan untuk yang telah ada eventnya, agar memperkuat kualitasnya, mulai dari alat musik tradisional, pakaian yang digunakan, penampilan dan hal-hal apapun yang dapat digunakan untuk pengembangan kepariwisataan.
Selain mendorong, pemerintah kabupaten/kota menghidupkan kepariwisataan, pihaknya juga meminta provinsi/kabupaten/kota terus menghidupkan geliat bidang jasa perhotelan, homestay, travel agent guide tour di dalam menunjang kepariwisataan di daerah ini.(YM)











