MELAKSANAKAN – Danramil Lamandau Kapten Inf Sumarna, melaksanakan Komsos dengan mengadakan permainan WMBN di SMAN 1 Lamandau, Sabtu (29/05). (Media Dayak/Tin/Rsn)
Nanga Bulik, Media Dayak
Upaya memberikan edukasi wawasan kebangsaan dan bela negara terus dilakukan jajaran TNI. Sabtu (29/5), Komandan Koramil 1017-02/Lamandau, Kapten Inf Sumarna dan anggotanya melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di SMAN 1 Lamandau.
Dalam kegiatan Komsos tersebut, juga diadakan permainan Wisata Matematika Bela Negara (WMBN) yang diikuti oleh puluhan siswa-siswi SMAN 1 Lamandau.
“Komunikasi sosial terus kita lakukan sebagai bukti bahwa TNI bersama rakyat, termasuk hari ini kita lakukan Komsos di SMAN 1 Lamandau,” ungkap Kapten Inf Sumarna.
Dengan adanya kegiatan ini, lanjut dia, kita harapkan dapat menanamkan rasa cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara khususnya kaum muda.
“Selain itu, juga untuk menanamkan sikap bela negara menanamkan pendidikan karakter Pancasila serta memberikan pendidikan wawasan kebangsaan Indonesia terhadap para pelajar,”katanya.
Diketahui, dalam permainan WMBN tersebut, disediakan berbagai sarana, diantaranya adalah papan atau skema segi lima yang sudah ditentukan gambar dan nomor urutannya, kotak dadu 2 buah, 6 macam kartu yang masing-masin bertuliskan Pancasila, UUD 1945, Sejarah perjuangan bangsa, Bhineka tunggal Ika, NKRI dan Bela Negara, 4 buah botol sebagai menandai berjalannya permainan dan 6 macam Bank Soal pertanyaan untuk di bacakan kepada para peserta.
Tehnik permainannya, 20 siswa-siswi yang ikut dibagi menjadi dalam 2 kelompok. Permainan dimulai dari melemparkan kedua Dadu ke Lantai dan munculah angka berapa dari ke dua dadu tersebut.
Kemudian tugas peserta adalah menjumlah/mengali/mengurangi/membagi dari kedua dadu tersebut hasilnya berapa.
Dari hasil itulah untuk menjalankan botol yang ada di skema segi lima yang sudah ada nomornya.
Saat berhentinya dadu, tersebut pada posisi gambar yang menunjukan apa, apakah gambar atau tanda Pancasila/NKRI/UUD 45/sejarah perjuangan bangsa/Bhineka Tunggal Ika atau bela negara.
Dari situlah peserta mendapatkan pertanyaan sesuai tanda gambar yang menunjukan tanda tersebut. Lalu peserta mengambil kartu sesuai tanda .dan m ndaoatkan pertanyaan dan menjawabnya.
Apabila bisa menjawab berarti mendapatkan 1 kartu sesuai tanda, dan jika tidak bisa menjawab pertanyaan kartu dikembalikan di tempatnya di atas skema .
Peserta berikutnya sama, terus berjalan sesuai dengan jumlah hasil dadu ygang diputuskan. Bilamana tidak bisa menjawab pertanyaan bisa di lempar ke kelompok berikutnya atau peserta mendapatkan hukuman, baik itu mengucapkan Pancasila atau menyanyikan lagu nasional.
Dalam kesempatannya, Kepala SMAN 1 Lamandau, Jonison mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas kegiatan WMBN ini. Sehingga dapat memberikan wawasan kepada para siswa.
“Dan yang terpenting dapat membantu sekolah dalam proses pendidikan. Terutama pencegahan kenakalan remaja dari pengaruh lingkungan atau budaya yang kurang baik,” ucapnya. (Tin/Rsn/Aw)












